Cerita Sex Ngentot Dengan Tante Girang Bernama Lia – Namaku Anto, dan ini adalah pertemuan terbesarku dengan puma muda yang jarang dibelai bernama Tante Lia.
Tante Lia dulunya adalah bunga kecil di desa sana. Tapi karena dia
terlalu seksi, terlalu besar dan terlalu cantik, banyak berita negatif
tentang Tante Leah. Karena tidak ada laki-laki yang mau menikahinya,
Tante Leah memilih mencari sendiri, dan akhirnya menemukan laki-laki
biasa-biasa saja yang sangat mencintainya. Namun karena alasan ekonomi,
suami Tante Lia pergi ke Yaman untuk bekerja dan hanya kembali dua kali
setahun.
Tabte Lia masih muda, punya anak, dan tentunya tidak memiliki
kebutuhan seksual. Sementara itu, saya adalah seorang mahasiswa di
sebuah universitas di Jakarta dan menandatangani kontrak di sebuah desa
dekat kampus saya. Nah, teruskan ceritanya!
Cerita bermula pada malam minggu yg sunyi senyap di kampung itu,
padahal biasanya setiap malam minggu aku sulit tidur saking berisiknya
diluar tapi sekarang? apa yg membuat kampung ini sepi?
Akhirnya untuk mengusir kebosanan, aku pergi ke rental PS3 dekat
kontrakanku. Aneh! ternyata disini sepi sekali, padahal biasanya butuh
perjuangan jika ingin main disini saat malam minggu. Rental PS3 itu
milik tante Lia. Tante Lia menyalakan PSnya dan aku bermain. Tiba-tiba
tante Lia kembali dari dalam rumahnya sambil membawakanku 1 mangkok mie
rebus dengan telur padahal aku tidak memesan.
“Nih buat mas Anto” Kata tante Lia
“Loh, kan saya gak mesen mpok?” Kataku, tante Lia biasa dipanggil Mpok Lia
“Udah makan aja, rejeki gak boleh ditolak” kata mpok Lia
Mienya sudah habis kumakan dan mpok Lia kembali dengan segelas air
dingin untukku. Setelah kuminum, dia menemaniku bermain dan mengajakku
mengobrol sampai ujung-ujungnya berlanjut ke topik seks.
“Mas Anto udah punya pacar belum?” tanya mpok Lia
“Hehehe, belum mpok” jawabku
“Kenapa belum? kan mas Anto ganteng masa belum punya pacar?” tanya mpok Lia
“Belum ada yg pas” jawabku
“Eh mpok, kok sepi banget sih disini? emang pada kemana?” tanyaku
“Pada nonton konser di lapangan sana, kamu gak nonton” kata mpok Lia
“Oh, nggak saya aja baru tau, mpok sendiri aja disini?” tanyaku
“Iya, biasanya rame banget, anak mpok juga lagi nginep di rumah neneknya” kata mpok Lia
“Wah, kasian mpok sendiri, untung ada saya yg nemenin” kataku
“Iya, makasih ya Nto” kata mpok Lia
Kami makin akrab mengobrol dan saling curhat. Mataku tak sengaja melihat
belahan dada mpok Lia yg hanya memakai tank top dan celana mini,
otomatis kontolku berdiri dan mpok Lia melihatnya.
“Eh, punya kamu kenapa tuh berdiri?” tanya mpok Lia
“Gak tau nih mpok, emang sering gini” jawabku bohong
“Wah gede juga yah!” kata mpok Lia sambil memegang kontolku, “Udah pernah masuk sarangnya belum?” tanya mpok Lia.
“Belum mpok, ntar aja buat istri saya” jawabku
“Oh, tapi sebaiknya dari sekarang latihan biar malam pertama istri kamu puas” kata mpok Lia
“Hehehehe, dosa mpok” kataku, “Suami mpok sendiri jago nggak?” tanyaku mulai berani
“Jago banget, sebenernya mpok udah gituan sama dia sebelum nikah, makanya mpok mau walaupun dia pas-pasan.” jawab mpok Lia
“Berarti sekarang mpok jablay (jarang dibelai) dong?” tanyaku
“Iya, tapi kalo lagi pengen banget terpaksa mpok jual diri, abis gak tahan!” jawab mpok Lia
‘andai gue bisa muasin dia’ pikirku
“Kamu mau gak main disini gratis selamanya?” tanya mpok Lia
“Wah mau banget mpok!” terimaku
“Tapi syaratnya kamu harus puasin mpok dulu, mau ya?” tanya mpok Lia
aku diam sejenak sambil berfikir. Mpok Lia langsung mengunci pintu dan
mematikan PSnya, dia langsung memelukku dan membawaku ke kamarnya.
Disana kami berciuman dengan sangat liar dan mpok Lia melumat bibirku,
aku tak bisa mengimbangi permainannya. Sementara berciuman, aku meremas
payudara besar mpok Lia. Dia membalas dengan membuka celana dan CDku
lalu mengocok kontolku.
“Aduh mpok, pelan-pelan dong! saya gak bisa ngimbangin” pintaku
Mpok Lia melepas badannya dariku
“Iya deh, oh ya, kita manggilnya sayang, jangan mpok!” katanya
Mpok Lia menginstruksikan untuk minta dibukakan bajunya. Setelah
kulucuti bajunya, ternyata tubuhnya sempurnya dengan vagina berbulu
lebat. Mpok Lia yg tak tahan langsung membuka bajuku dan membawaku ke
ranjang. Dia memasukkan kontolku ke sarangnya dan langsung menggoyangku
dengan cepat sekali. Rupanya dia sudah sangat profesional. Aku tak bisa
berfikir apapun, saat mpok Lia menciumku, aku semakin tak sadarkan diri
saking nikmatnya.
“Terus sayang, terusss, ahhh” desahku
Mpok Lia semakin bergairah, aku tak mau kalah dan aku membalikkan
tubuhnya jadi aku diatas. Kusodok dalam-dalam kontolku hingga mpok lia
merem melek
“Kamu pinter banget sih…. ahhhhh… enak, terusss” desah mpok Lia yang membuatku makin semangat
Akhirnya spermaku keluar di dalam vagina mpok Lia. Aku dan dia sangat puas dan lemas setalahnya.
“Habis ini main apalagi yang?” tanyaku sambil ngos-ngosan
“Terserah kamu deh, ntar dulu aku capek” jawabnya
Aku tak peduli dan langsung memasukkan kontolku ke memeknya lagi yang
sedang mengangkang sambil kucium bibirnya dan kuremas payudara besarnya.
Aku semakin liar mencium ke leher dan mpok Lia hanya bisa pasrah.
“Yang, ampun yang, ntar dulu” pinta mpok Lia sambil berusaha melepas pelukanku
Aku semakin semangat memeluk erat tubuh mulus dan seksinya. Setelah
kulepas pelukanku, dia menarik kontolku keluar dari sarangnya. Dia
mengocok kontolku dan mengulumnya.
“Ahhh…. mpok sayang kamu pinter banget sihh….” desahku
Spermaku yang tersisa sedikit dijilatinya yang membuat aku geli. Setelah
itu gantian aku menjilati memek berbulunya. Dia mendorong kepalaku dan
menjepitnya dengan paha mulusnya agar aku bisa semakin merasakan lubang
surgawinya. Setelah terus kujilati, mpok Lia orgasme dan cairannya
muncrat ke wajahku. Setelah itu aku pamit pulang dan mpok Lia memberiku
100rb sebagai upah.
“Nih, sering-sering main kesini lagi ya sayang” pinta mpok Lia
“Iya” jawabku
Akhirnya, setiap rumahnya sepi mpok Lia selalu menyuruhku datang memuaskannya dan aku selalu datang hingga kini.
Komentar
Posting Komentar