PRAGMATIC189 - Kartika perempuan berumur 32 tahun mempunyai pekerjaan sebagai seorang
guru di sekolah swasta ternama di Surabaya. Kartika telah menikah dengan
pria bernama Herry yang pekerjaannya adalah teknisi di pengeboran
minyak lepas pantai milik perusahaan asing yang hanya bisa pulang 5-6
bulan sekali.
Kartika bertekad memulai profesinya sebagai High Class Call Girl saat
ia tahu melihat bukti bahwa suaminya main belakang, selama bekerja di
lepas pantai Herry suka membawa gadis-gadis nakal. Hal ini ia ketahui
dari teman suaminya yang mempunyai dendam terhadap suaminya, teman
suaminya itu menunjukan beberapa foto hasil jepretannya sendiri yang
berisikan foto suaminya sedang memluk dan mencium mesra gadis-gadis
nakal. Kartika memulai kariernya di bidang pelacuran kelas tinggi dengan
memasang sebuah iklan di koran, begini bunyi iklannya “Massage Intan,
cantik dan berpengalaman menerima panggilan hub. 0821 4951 xxxx “,
dengan nama samaran Intan maka dimulailah petualangan terlarang Bu guru
kita ini.
SMS mulai mengalir ke handphone Kartika yang berisikan panggilan
panggilan tapi ada juga SMS yang berisikan kalimat-kalimat porno,
Kartika tidak menanggapi semua SMS itu karena hal itu akan membuang
waktu saja begitu juga dengan percakapan dengan calon-calon kliennya
semua gagal mencapai kata sepakat. Karena harga yang ditetapkan oleh
Kartika sangat tinggi yaitu 1,5 juta sekali datang, tentu saja jarang
yang berani memboking Kartika.
Sampai suatu saat ada panggilan HP yang masuk saat ia mengajar di kelasnya
“Permisi anak-anak ibu mau terima telpon dulu jangan ramai ya!”kemudian
Kartika berjalan keluar kelas dan menerima panggilan itu.
“Hallo Intan? ” terdengar suara berat seorang lelaki
“Ya dengan siapa Pak? ”
“Berapa tarif kamu semalam? ”
“1,5 juta bayar di muka, tidak kurang dari itu ”
“Ok done deal, kita ketemu di Kafe Bistro, Darmo Selatan jam 19.00 nanti
malam sampai disana langsung miss call aku ya bye ..tut tut tut”
Dalam hati Kartika merasa berdebar dan aneh karena ini adalah pertama
kalinya ia akan mendapatkan panggilan serius dan anehnya orang tersebut
tidak menawar harga yang ia ajukan, Kartika termenung memikirkan
telepon yang baru saja ia terima sampai seorang muridnya menegur
“Bu, Ibu sakit ya? ” tanya seorang muridnya
“Oh nggak apa-apa kok, ayo masuk lagi” sambil memegang pundak muridnya
Setelah selesai mengajar Kartika segera pulang dan mempersiapkan
diri, ia mandi dan berdandan secantik mungkin tapi tidak menor, dengan
mengenakan gaun malam warna hitam yang anggun, Kartika berangkat ke
Bistro menggunakan taksi.
Rasa berdebar semakin menjadi saat ia memasuki kafe dan dengan tangan
sedikit gemetar ia memanggil no. HP lelaki yang tadi siang menelponnya
segera saja terdengar bunyi handphone di pojok ruangan yang rupanya
sengaja di taruh di atas meja oleh pemiliknya.
Mata Kartika memandang ke arah sumber bunyi tersebut dan melihat
lelaki berumur 45 tahun keturunan cina dengan pakaian necis dan
berkacamata minus yang melambaikan tangan seolah olah sudah mengenal
dirinya
“Hi Intan, silahkan duduk disini ”
Ujar lelaki itu sambil berdiri menjabat tangan Intan yang tak lain adalah nama samaran Kartika.
“Ok kita makan dulu atau langsung pergi nih? ” tanya lelaki itu.
“Kita bisa langsung pergi setelah pembayaran di lakukan ” ujar Kartika ketus
“Wow santai saja non jangan takut ini aku bayar sekarang ”
Sebuah amplop coklat disodorkan dan langsung di buka dan dihitung oleh Kartika
“Ok 1,5 juta kita berangkat, omong omong nama bapak siapa ” tanya Kartika
“Teman-teman memanggil aku Apin, yuk berangkat ”
Apin menggandeng tangan Kartika dengan mesra seperti istrinya sendiri.
Dengan menggunakan Pajero Sport, Apin membawa Kartika meninggalkan
kafe dengan santai tapi pasti mobil dibawa menuju ke arah daerah
perumahan elit di daerah Cendana. Ketika sampai di depan sebuah rumah
mewah dengan pagar tinggi Apin membunyikan klaksonnya, pagar besi itu
terbuka secara otomatis meskipun tidak tampak orang di halaman rumah
mewah itu, setelah mobil masuk sampai di teras rumah seseorang dengan
seragam batik berlari kecil menghampiri mobil.
“Selamat datang Ko Apin “sambil membukakan pintu mobil.
“Yang lainnya sudah pada kumpul toh, Yok? ” tanya Koh Apin pada lelaki berseragam itu
“Sudah Pak, silahkan Pak ” kata petugas yang bernama Yoyok ini .
Mobil Apin segera dibawa untuk di parkir oleh yoyok yang rupanya
bertugas sebagai valet service. Apin dan Kartika langsung masuk ke dalam
rumah mewah itu
“Ini rumah Koh Apin ” tanya Kartika kagum melihat ruang tamu yang besar dan dipenuhi barang mewah
“Oh bukan, ini rumah perkumpulan semacam klub bagi kami untuk melepas
kepenatan” ucap Ko Apin seraya membuka pintu ruang tengah yang di
dalamnya berisi 3 orang lelaki dan 3 perempuan.
Di ruangan itu tersedia 5 kasur king size, 2 meja biliard, 3 set sofa
mewah dan sebuah mini bar yang tertata apik serasi dengan ruang yang
relatif besar itu, dari suasana ruangan sudah dapat diperkirakan bahwa
ruangan ini sering di pakai sebagai ajang maksiat .
“Hoi Pin, lama sekali kamu, dapet barang baru ya?” tanya seorang lelaki cina berumur 53 tahun yang di panggil Ko A Liong.
“Ah nggak enak ah ngomong gitu di depan orang ” elak Apin
“Ko Apin, mending kamu kasih Mbak ini buat aku saja, kamu pake saja
salah satu SPG yang aku bawa” ucap lelaki berbadan gemuk besar dan
berkulit sawo matang yang dipanggil dengan panggilan Pak Angkoro.
Apin mengamati SPG yang ditawarkan padanya, diantara tiga SPG itu ada
satu yang paling menarik hatinya yaitu Lyvia Goh. SPG berumur 22 tahun
berdarah cina dengan tinggi 167 cm dan berat 47 kg berwajah mirip Ineke,
dengan penampilannya yang mengenakan rok super mini dengan atasan
kemeja ketat nan tipis membuat Apin tak mampu menolak tawaran Pak
Angkoro
“Ok deh, Pak Angkoro boleh ambil Kartika, saya pinjam Lyvia ” sahut Apin
sambil langsung menarik pinggang Lyvia dan mereka berdua melakukan deep
kissing yang sangat panas sampai terdengar lenguhan lenguhan nafas
mereka.
Lyvia yang diciumi dengan ganas segera membalas ciuman itu sambil
membuka kancing kemejanya yang seakan tak muat menampung payudaranya
yang montok. Dengan rakus Ko Apin memelorotkan BH Lyvia dan menghisap
puting berwarna coklat muda itu, sambil bercumbu tangan Ko Apin bergerak
melingkar pinggang Lyvia dan melepas kait rok mini dan meloloskan rok
itu turun sehingga kini Lyvia Go hanya mengenakan BH yang sudah tidak
menutupi payudaranya dan sebuah celana dalam berwana putih berenda tipis
yang sangat seksi sekali melekat di tubuhnya yang putih bak mutiara.
Dengan sekali angkat tubuh Lyvia Go dibawa Ko apin menuju ranjang
terdekat, lalu menelentangkannya sambil meloloskan celana dalam seksi
itu dari tempatnya sehingga tampaklah kemaluan Lyvia yang sudah dicukur
bersih, tanpa membuang waktu Apin segera menjilat dan menusuk nusukkan
lidahnya ke dalam vagina Lyvia yang diikuti dengan erangan nikmat dari
Lyvia.
“Ahh, aduh enak Koh, dasyat aargh ”
“Enak ya Go? Kamu sudah berapa kali ngeseks selama jadi SPG ” tanya Apin
sambil mengocok vagina Lyvia dengan dua jari sambil terkadang menggosok
kelentit mungil itu dengan jempolnya.
“Ini yang ke tu..juh aah hi hi hi aduh geli Koh ”
“Yang pertama ama siapa ” selidik Apin mencari cari daerah g-spot dengan ujung jarinya
“Yang pertamaa, aduh yah yah aauh disitu Koh enak, yang pertama sama Pak Angkoro di WC showroom aah”
Untuk mengakhiri pemanasan ini maka Apin menempelkan lidahnya di
kelentit Lyvia, kemudian menggeleng-gelengkan dan memutar-mutar
kepalanya dengan lidah tetap menempel di kelentit. Menerima rangsangan
dasyat itu tubuh Lyvia melengkung bagai busur panah yang siap melesatkan
anak panahnya.
“Aduh Ko Apin, aargh masukin sekarang Ko jangan siksa aku lebih lama lagi hm? “.
Melihat Lyvia sudah terangsang berat maka Ko Apin segera menghentikan
permainan oralnya dan melepas bajunya sendiri dengan cepat, Lyvia yang
melihat Ko Apin melepas bajunya kagum melihat badan Ko Apin yang
berotot, dadanya yang bidang dan perutnya yang terbagi 8 kotak sangat
seksi di mata Lyvia yang biasanya melayani Pak Angkoro yang gendut.
Semakin bernafsu untuk segera bersetubuh maka Lyvia Go membantu melepas
celana Ko Apin dan betapa kagetnya Lyvia Go ketika celana itu merosot
langsung nongol benda sepanjang 16.5 cm (wah ternyata Ko Apin tidak
pakai celana dalam loh, tapi dengan tidak memakai celana dalam juga
sangat baik bagi kesuburan pria kata Pak dokter).
Dengan posisi kaki yang di buka lebar lebar, Lyvia menanti Ko Apin
sambil tangan kanannya menggosok gosok klitorisnya sendiri, Ko Apin
mengambil posisi di tengah tengah kaki Lyvia yang terbuka lebar dan
mengarahkan penisnya di muka pintu gerbang kewanitaan Lyvia
“Aku masukin ya Lyv?”
“Sini kubantu Koh ” Lyvia memegang penis Apin dan mengarahkannya ke liang senggamanya
“Seret banget ya Lyv, jadi susah masuk nih”
“Koh jangan bercanda melulu ah, kapan masuknya?”
“Ya udah nih rasain Lyv”
“Aauh aah aah pelan dikit Koh ”
Akhirnya pelan tapi selamat, penis Ko Apin amblas ke dalam vagina Lyvia
dan permainan kuda kudaan khusus dewasapun dimulai, Ko Apin memaju
mundurkan pantatnya dengan tempo sedang sambil memegang kedua betis
Lyvia sebagai tumpuan tangannya .
Beralih ke ibu guru kita yaitu Kartika yang cuma bengong melihat permainan permainan liar di sekelilingnya.
“Wah suasananya panas ya? ” Pak Angkoro menegur Kartika yang bengong
“Ah nggak juga Pak, kan ada AC” balas Kartika risih
“Nggak panas gimana, coba kamu lihat orang orang itu pada telanjang ngapain coba?”
“Eeng eeng gimana ya Pak ”
“Eng eng eng apa, ayo lepas bajumu, kamukan sudah di bayar toh? ”
Kartika merasa harga dirinya diinjak-injak, di dalam hati Kartika
berkata “Aku adalah seorang guru yang dihormati dan disegani oleh anak
didik dan rekan sekerjaku kenapa demi dendam pada suami aku harus
menjerumuskan diriku ke dalam lembah nista tapi sudah terlambat”, air
mata mulai menetes di pipi Kartika.
“Wah, kok malah nangis iki piye? Waduh!!” Pak Angkoro mengelus-elus perutnya yang besar karena bingung.
“Nggak Pak, ayo kita mulai aja permainan ini ” Kartika mengusap air matanya.
“Ya gitu dong, itu baru semangat profesional jangan nangis lagi ya ”
Kartika membuka gaun malamnya dengan pedih dan rasa hampa, demikian juga
Pak Angkoro beliau membuka seluruh pakaiannya memperlihatkan tubuhnya
yang gemuk dan hitam.
“Sini Intan, bapak akan membuat kamu melayang layang ” pangil Pak Angkoro
Kartika yang masih malu dan canggung menutup tubuhnya yang bugil dengan
tangannya sedapat mungkin sambil melangkah ke arah Pak Angkoro
“Wah kok malu malu gitu, jangan kuatir Ros bapak nggak akan kasar kasar
sama kamu “, Pak Angkoro memandang tubuh Kartika dari atas ke bawah.
Jakunnya naik turun memandang tubuh Kartika yang menggiurkan, kulitnya
yang kuning langsat bagai kulit putri kraton meskipun tidak seputih
Lyvia tapi pancaran erotik dari mata Kartika bagai sinar pancasona
pusaka tanah jawa. Dan cara gerak Kartika sungguh membangkitkan gairah,
keayuan khas gadis jawa terpancar dari setiap lekuk tubuhnya dan
terutama payudaranya yang berwarna kuning gading sungguh mengundang
birahi lelaki manapun yang melihatnya.
Dengan lembut Pak Angkoro meletakan kedua telapak tangannya di atas
payudara Kartika dan mulai memijat lembut sambil perlahan ia melekatkan
bibirnya ke bibir Kartika yang sensual di lumatnya bibir Kartika,
semakin lama semakin panas sampai kedua tubuh itu seolah menjadi satu,
Pak Angkoro melingkarkan tangannya ke pinggang Kartika dan menariknya
sampai lekat pada tubuhnya dan mencumbu Kartika dengan penuh nafsu.
Dihisap dan dimasukannya lidahnya kedalam relung relung mulut Kartika
sehingga mau tak mauKartikamembalas pagutan-pagutan liar itu.
Hasrat kewanitan Kartikabenar-benar dibangkitkan oleh Pak Angkoro
yang berlaku seperti kuda jantan dan mendominasi seriap permainan ini.
Kartika mulai merasakan hawa panas naik dari dadanya ke ubun-ubun yang
membuat Kartika semakin tak berdaya melawan hawa maksiat yang begitu
kental dalam ruangan ini sehingga akhirnya Kartikapun terlarut dalam
hawa maksiat itu.
“Kartika aku minta dioral dong ” sambil menyodorkan penis hitamnya yang berdiameter 5 cm dengan panjang 14 cm.
“Nggak ah Pak, jijik saya! ih! ”
“Wah kamu kudu profesional Kartika, kalau kerja jangan setengah-setengah
gitu dong, gini aja kamu tak oral kalau sampai kamu orgasme berarti
kamu kudu ngoral aku yah? ”
Belum sempat Kartika menjawab Pak Angkoro telah menyelusupkan kepala
diselangkangan Kartika dan mulai melancarkan segala jurus simpanannya
mulai dari jilat, tusuk sampai jurus blender yang memnyapu rata seluruh
dinding permukaan vagina Kartika sehingga dalam waktu 7 menit Kartika
sudah di buat kejang-kejang.
“Oooh Pak oouh oh pa..ak” Kartika meregangkan ototnya sampai batas maksimal.
“Tuh kamu udah orgasme, nggak bisa bohong sekarang giliranmu” ucap Pak Angkoro senang
Pak Angkoro menarik kepala Kartika dengan tangan kirinya sementara
tangan kanannya memegang penisnya sendiri sambil mengocok ringan,
setelah mulut Kartika dalam jangkauan tembak Pak Angkoro segera
menjejalkan penisnya ke dalam mulut Kartika
“Ayo dong Kartika” Pak Angkoro menyuapkan penisnya seperti menyuapkan
makanan pada anak kecil, setelah penisnya berada dalam mulut Kartika
maka dengan menjambak rambut Kartika Pak Angkoro memaju mundurkan kepala
Kartika
“Ehm ehm Pak Angko.. ehm ehm” Kartika berusaha berbicara tapi malah tersenggal senggal
“Udah diam aja deh Kartika jangan banyak bicara emut!”
Setelah lima menit berjalan Kartika akhirnya secara mandiri mengulum
ujung penis Pak Angkoro, sementara tangannya mengocok dengan kasar
pangkal penis Pak Angkoro.
“Yes gitu Kartika, wah kamu lebih hebat dari istriku loh, mau gak kamu
jadi gundikku?” Pak Angkoro berbicara ngawur karena keenakan dioral
Kartika. Merasa jenuh dengan permainan oral akhirnya Kartika meminta
untuk bercinta.
“Udahan dong Pak, kita ngeseks yang bener aja ya?” tanya Kartika dengan halus
“Ok, kamu yang minta loh”
Pak Angkoro menarik Kartika yang tadinya mengoral dia dalam posisi
jongkok menuju meja biliard dan menyuruh Kartika menumpukan kedua
tangannya menghadap meja bilirad sementara Pak Angkoro yang berada di
belakang Kartika mengatur posisi sodokan perdananya.
“Kartika nungging dikit dong, ya gitu sip!” Pak Angkoro mengelus pantat
Kartika yang bahenol kemudian mengarahkan senjatanya ke vagina Kartika.
“Aaouh Pak Angkoro, pelan Pak sakit penisnya bapak sih kegedean ” ucap Kartika setengah meledek.
“Wah kamu itu muji apa menghina Kartika? mungkin vaginamu yang kekecilan
Ros” Pak Angkoro membalas ejekan Kartika dengan menarik pinggul Kartika
ke belakang secara cepat maka amblaslah seluruh penis Pak Angkoro.
“Auuw gede banget, aauw aah ” Kartika mulai menggoyang pinggulnya berusaha menyeimbangi goyangan Pak Angkoro
Pak Angkoro membenamkan penisnya dalam-dalam dengan menarik pinggul
Kartika kebelakang, dengan penis masih tertancap di vagina Kartika
kemudian Pak Angkoro memutar pinggulnya membentuk lingkaran sehingga
penis yang didalam vagina Kartika menggencet dan menggesek setiap syaraf
syaraf nikmat di dinding vagina .
“Aauh, Kartika keluar ahh” Kartika mengalami orgasme yang menyebabkan
setiap otot di tubuh Kartika mengencang sehingga tubuhnya kelojotan
tidak terkendali.
“Loh Kartika, kok sudah KO, belum 10 menit kok udah orgasme wah ini
kalau cowok namanya edi, ejakulasi dini kalau kamu berarti menderita odi
orgasme dini, ayo terusin sampai aku keluar juga ”
Pak Angkoro mengganti posisi bersenggama dengan mengangkat tubuh Kartika
dan menidurkannya di meja biliard. Kemudian kaki Kartika dibentangkan
oleh Pak angkoro lebar-lebar dan dengan kekuatan penuh penis besar itu
menerjang mendobrak pintu kewanitaan Kartika, sampai-sampai klitorisnya
ikut tertarik masuk, Kartika yang masih dalam keadaan orgasme makin
menggila menerima sodokan itu sehingga secara refleks Kartika mencakar
bahu Pak angkoro.
“Oouchh Kartika kamu ini apa-apaan sih, kok main cakar-cakaran segala?”
“Oouh aash sorry, abis Kartika nggak tahan sih ama sodokannya Mas yang
begitu perkasa” bujuk Kartika agar Pak angkoro tidak marah.
“Jangan cakar lagi ya, kalo tidak rasain ini” Pak Angkoro menggigit puting Kartika dengan lembut tapi sedikit menyakitkan.
“Aauw nakal deh” ucap Kartika sambil menggoyangkan pinggulnya sendiri agar penis Pak Angkoro tetap menggesek dinding vaginanya.
Dalam waktu singkat Kartika yang mula-mula seorang guru telah
berevolusi menjadi pelacur kelas tinggi yang benar benar profesional
baik dari kebinalan maupun ucapannya, semua sudah berubah Kartika kini
benar benar seorang pelacur sejati.
Komentar
Posting Komentar