PRAGMATIC189 - Cerita bokep hot – Panggil saja aku Bunga, pada saat itu aku masih duduk di kelas 3 SMK, salah satu sekolah menengah kejuruan yang berada di Cianjur, sebenarnya aku tak ingin menceritakan ini pada siapapun, Namun aku tak tahan menyimpan semua ini sendirian, aku pun tak berani mengungkapkannya pada ibuku, pada saat itu ibuku sedang berada di luar kota, aku takut ibuku marah besar. Akhirnya kusimpan sendiri dan aku tulis di buku diary. Aku persingkat ceritanya.
Mulanya perilaku dan perhatian Ayahku mulai berubah, yang awalnya
pendiam dan selalu sibuk dengan kerjaannya. Namun sekarang Ayah pulang
kerja lebih cepat, perhatiannya pun bertambah, pernah sekali aku
melewati kamar Ayahku sewaktu aku pulang sekolah dan melihat Ayahku
sedang onani sambil menonton film porno, aku berjalan sambil menuju
kamar mandi & pura-pura tidak melihatnya. Setelah itu aku menonton
televisi di ruangan tengah, tak lama kemudian Ayahku menghampiriku dan
bertanya
Ayah : “pulang sekolah jam berapa tadi?,
: Ayah beli ikan bakar untuk makan, habiskan saja ya ikannya, Ayah sudah kenyang kok.
Bunga : tadi Bunga pulang jam 2 siang,
: iya Ayah nanti bunga makan kok.
aku pun kembali untuk menonton acara televisi.
PRAGMATIC189 SITUS SLOT GACOR DAN TERPERCAYA SE INDONESIA
Tak terasa hari sudah mulai gelap, aku pun segera makan dan setelah
aku makan aku bergegas mandi, sewaktu makan pun aku melihat ayah yang
sedang melirikku dari atas ke bawah seperti orang yang mau menerkamku,
setelah aku mandi aku berniat ke kamarku dengan tubuh masih tertutup
oleh selembar handuk, Ayahku yang sedang duduk di ruang tengah melihatku
melintas dari kamar mandi yang hanya menggunakan selembar handuk, lalu
tiba-tiba Ayahku masuk ke kamarku dan mengunci pintunya, aku pun kaget
dan menyuruh Ayahku keluar dari kamarku, tapi Ayahku terlihat sangat
beringas, aku didorongnya hingga terbaring di kasur, kedua tanganku
dipegang erat, lalu Ayahku melepaskan handuk dari tubuhku, aku berontak
dan menolak nafsu bejatnya, namun mulutku dibungkam kain, lalu tanganku
diikat ke tiang ranjang tempat tidurku, aku mencoba dan terus berontak
dalam keadaan telanjang / tanpa busana, aku pun tak bisa teriak karena
mulutku dalam keadaan disumpal, Ayahku dengan nafsu bejatnya melepaskan
pakaiannya, aku mulai ketakutan dan menangis, tapi Ayahku tak
menghiraukanku.
Lalu Ayahku menghampiriku lagi setelah melepaskan pakaiannya dan
tangan Ayahku mulai menggerayangiku, payudaraku diremas-remas olehnya
dan ujung vaginaku dimainkan dengan ujung jarinya, namun aku tetap
berontak, tapi Ayahku menindih badanku hingga aku sulit untuk berontak
lagi, akhirnya aku pasrah untuk melayani nafsu bejatnya.
Dari payudara diremas-remas oleh Ayahku hingga ujung vaginaku
dijilati oleh Ayahku, aaaaccchhhh!!! Aku hanya bisa mendesah dalam
kesedihan, dan tak lama kemudian Ayah memasukan penisnya ke dalam
vaginaku, aku merintih kesakitan, aku berusaha berontak lagi, namun Ayah
tetap memaksa untuk memasukan penisnya ke dalam vaginaku, akhirnya
penisnya masuk ke dalam vaginaku. Aku melihat wajah Ayah sangat
bergairah & menikmati tubuhku, tapi aku seperti tak mengenal lagi
siapa pria yang ada di depanku ini.
Aku merintih menahan sakit karena penis Ayahku yang besar dan
panjang, aku tak kuat menahan nafsu bejatnya, rasa kecewa dan marah
bercampur menjadi satu dalam benakku, Ayahku semakin bersemangat dan
hingga akhirnya Ayahku mencapai puncak kenikmatannya dan menarik
penisnya keluar dari vaginaku dengan segera, dan mendekatkan penisnya
tepat di depan wajahku, spermanya keluar melumuri wajahku. Ayahku
mendesah terengah-engah sambil menunjukkan wajah kepuasan.
Setelah itu Ayahku mengenakan kembali pakaiannya, lalu membuka
semua ikatan di tanganku dengan penuh senyum yang menjelaskan
kepuasannya. Aku berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,
setelah selesai mandi aku kembali ke kamarku dan mengunci pintu kamarku
sambil menangis menunggu ibu kembali pulang. Pada saat itu aku berharap
ibu pulang lebih cepat. Ayahku pun keluar dari kamarku dan menonton
acara televisi dengan wajah yang ceria dan seperti tidak ada apapun yang
terjadi.


Komentar
Posting Komentar