PRAGMATIC189 - Ini cerita nyataku 4 tahun lalu. Saat itu aku masih duduk di kelas 1
SMA. Aku bersekolah di sekolah yang terfavorit di Semarang. Aku senang
sekali bisa sekolah di sekolah yang sangat terpandang di kota ini.
Hidupku tergolong lengkap. Orang tua yang sangat menyayangi aku dan
adikku, teman – teman yang juga sangat memperhatikan aku. Di sekolahku
aku termasuk cewek gaul diantara teman – temanku. Sewaktu SMP aku sudah
sering berganti – ganti cowok. Mungkin itu yang membuatku dibenci oleh
sebagian cowok, yaitu aku suka mempermainkan mereka. Di rumah aku juga
sudah berusaha ramah dengan para tetangga (karena pada saat itu
keluargaku baru pindah ke perumahan yang aku tinggali sampai sekarang).
Tapi ngga tau kenapa kok masih ada aja orang yang memandang padaku
sebelah mata.
Hari itu papaku memanggil pembantu rumah tanggaku yang dulu pernah
bekerja pada kami saat masih di rumah lama, untuk bekerja pada kami
lagi. Karena kami sekeluarga lebih percaya pada orang itu daripada kalau
harus mencari pembantu yang lainnya. Namanya Sulaijah. Umurnya masih 28
tahun dan orangnya centil abiz. Tapi pekerjaannya selalu rapi. Dia
datang di hari itu juga diantar calon suaminya yang juga bekerja di
Semarang sebagai penjaga di kolam renang di dekat rumah kami. Aku senang
sekali dengan mbak jah ini karena dia bisa menjadi anak seumurku
sekaligus orang dewasa yang selalu memperingatkan aku saat aku salah.
Dia seperti kakakku sendiri. Tapi tidak dengan calon suaminya. Aku
sangat ngga suka ngliat wajahnya yang terkesan mesum itu. Caranya
memandangku menjijikkan sekali, jadi aku agak cuek sama dia. Mungkin itu
malah buat dia jadi gemes sama aku kali ya… Saat liburan sekolah,
banyak teman – temanku yang maen ke rumah. Ada yang Cuma maen, ada yang
pedekate sama aku. Padahal mereka tahu aku dah punya cowok. Tapi mereka
selalu bilang “namanya juga usaha” atau “sebelum janur kunig melengkung,
bla…bla…bla…” capek deh….. suatu hari aku dikagetkan oleh datangnya
cowokku yang pulang dari luar kota dengan membawa bunga. Aku tersanjung
banget. Saat itu aku di rumah sendirian. Pembantuku? Biasa….kerjanya
ngegosip mulu ama pembantu – pembantu laen. Dan pulangnya pasti siang,
sebelum buat makan siang. Karena kami kangen udah ngga ketemu lama, di
dalam rumah, kami berpelukan lamaaa banget. Lalu dia memegan daguku.
Wajahnya didekatkan ke wajahku….uh….rasanya deg – deg an banget….
Akhirnya dia mulai mengulum bibirku bagian atas. Udah lama kami ngga
berciuman, rasanya horny sampe ubun – ubun……. Dia menciumi leher serta
telingaku. Baru kali itu aku rasakan………….. rasanya geli, tapi luar biasa
bikin horny. Lalu dia mencium bibirku sambil mengeluarkan lidahnya.
Digoyang – goyangkan lidahnya di dalam mulutku. Mencoba bernain – main
dengan lidahku. Lalu dia berbisik “aku kangen banget sama kamu” aku
hanya tersenyum ngedengar dia ngomong gitu. Rasanya kayak terbang di
awang – awang. Oh……………….!!! Kami terbawa suasana dan ngga sadar kalau di
pintu ada orang yang sedang mengamati kami. Kami sadar saat orang itu
berdehem kepada kami. Hoaaa…. Aku langsung salting….. ternyata itu calon
suami pembantuku namanya mas Ratno. Karena ngerasa ngga enak, cowokku
pamit padaku dan ngasih isyarat kalau dia akan telpon aku nanti.

Setelah cowokku pergi aku Tanya sama mas Ratno, “ada apa mas?”
dengan nada yang aku buat – buat seolah – olah ngga pernah terjadi apa –
apa. Sambil cengar – cengir mas Ratno jawab, “tadi cowokmu?” dengan
sinis aku jawab, “kan bukan urusan mas….ada apa nih mas?” “Cuma nyari
Jah. Dia ada?” “dia lagi belanja sampe sekarang belum pulang. Mungkin
lagi main ke rumah tetangga, tapi aku ngga tau dimana.” Balasku.”Ooo….
pantesan berani….di rumah sendiri sih…..” aku kaget bukan main. Berani –
beraninya dia ngomong gitu. “emang apa urusan kamu???!!” sangkalku agak
sedikit membentak. “ya ngga apa – apa. Aku Cuma mau bilang kalau aku
udah sempet ambil gambar kalian lho tadi…..” sumpah! Aku tambah kaget
bukan main.”terus mau situ apa?mau nglaporin ke papaku?Awas lho kalau
berani!!” “awas kenapa?” katanya sambil senyum licik. “kalau dah ngga
ada keperluan keluar aja deh….males banget sih….” Setelah itu aku masuk
ke dalam, dan aku liat dia keluar rumah sambil kayak mencari – cari mbak
Jah di rumah tetangga. Dalam hati aku bilang “mampus lo!!!!” Aku masuk
kamar sambil berharap kalau mas Ratno ngga bilang ke siapa – siapa.
Sambil baca tiduran, aku baca novel yang belum aku selesaikan supay rasa
takutku hilang. Lalu aku nyalakan radio. Tanpa sadar, tau – tau aku
udah masuk ke alam mimpi padahal masih pukul 9 an. Dalam mimpiku waktu
itu, aku sedang dikejar kejar anjing. Aku lari terengah – engah. Ngga
tau gimana ceritanya kok
yang ngejar aku ternyata Boby, temen aku yang lagi pedekate ma aku.
Karena jengkel ma dia, aku menampar mukanya. Dia memegang tanganku
kencang sekali. Dan ngga tau kenapa aku juga ngrasain kalau kakiku berat
banget buat digerakkan. Aku terus meronta. Tapi tetep ngga bisa.
Akhirnya aku terbangun dari mimpiku di siang bolong itu. Aku kaget
setengah mati karena tubuhku terasa berat saat aku bangun. Ternyata ada
orang merebahkan tubuhnya di atasku. Betul…Mas Ratno. Dia sedang
membekap mulutku dengan kain atau baju, aku ngga tau pasti saat itu. Dan
yang paling aku kaget lagi adalah aku sudah dalam keadaan bugil. Memang
di dalam mimpiku tadi aku dikejar anjing pas telanjang bulet. Ternyata
saat itu mas Ratno uda di dalam kamarku dan nelanjangin aku. Lalu di
berdiri di atasku dan mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.HP. dia
menunjukkan sesuatu di depan mataku. Ternyata foto telanjangku sebelum
tangan dan kakiku diikat serta di dalam foto itu, aku dipakein kacamata
supaya keliatannya aku dalam kondisi sadar. Lalu mas Ratno bilang ke aku
kalau Mbak Jah lagi pergi dan pulangnya sore. Dia menyuruh mas Ratno
buat jagain rumah. Aku menangis dan terus menangis…… aku ngga tau bakal
gini kejadiannya……..aku terus meronta siapa tau bisa lepas dari ikatan
dari tangan atau kakiku. Tapi ternyata dia mengikatnya kuat sekali. Aku
sampe kecapekan. Lalu dia mulai menciumi wajahku dengan penuh nafsu. Aku
benar – benar ngga bisa berbuat apa – apa kecuali menangis. Lalu
mulutnya yang bau mengulum hidungku. Salah satu tangannya memegangi
payudaraku dan tangannya yang lain mengelus – elus pahaku. Aduh….
Rasanya jijik banget….aku ngga bisa habis pikir, keperawananku bakal
hilang oleh orang menjijikkan ini. Uda item, pendek, bau pula….!!
Mulutnya terus menciumiku perlahan dari wajah kemudan leher lalu sampai
ke payudaraku. Ach……… aku semakin meronta saat payudaraku diremas –
remas olehnya. Aku bener – bener ngga rela. Sampai aku bener – bener
ngga punya kekuatan buat meronta lagi. Aku pasrah….. saat dia tau aku
dah ngga meronta lagi, dia semakin bergairah. Dan aku tetap pasrah. Jari
– jari tangannya mulai mengelus – elus vaginaku. Payudaraku diemutnya
sampai aku bener – bener horny. Aku seolah sudah bisa menikmatinya. Lalu
dia membuka kaosnya sendiri. Bau banget badannya. Kayak ngga pernah
mandi beberapa hari. Aku mencoba untuk meronta lagi, lalu dia bilang
kalau aku ngga mau pasrah saja, dia bakal nyebarin foto – fotoku itu ke
orang – orang terdekatku. Dan kalau aku nurut, foto – foto itu akan
dihapusnya. Aku ngga punya pilihan selain biarkan dia merawanin aku.
Lalu dia membuka celananya sekaligus celana dalamnya. Terlihat kontolnya
yang big size. Baru kali ini aku ngliat kontol secara langsung.
Biasanya aku Cuma ngeliat di gambar – gambar porno di internet. Lalu di
jongkok dan menjilati vaginaku. Aku bener-bener ngga kuat!! Bener-bener
horny ampe akhirnya keluar cairan dari vaginaku. Dan vaginaku
berkedut-kedut kencang. Ah…… dia tersenyum lebar mengetahui aku sudah
terangsang. Lalu dia mempersiapkan pistolnya buat masuk ke tujuan
terakhirnya dan akhirnya keperawananku lepas. Aku berteriak sekencangnya
tapi mulutku di jejali kain sangat banyak, jadi ngga ada suara yang
bisa keluar dari mulutku. Dia terus memasuk dan keluarkan kontolnya dari
vaginaku. Aku Cuma bisa menggelinjang antara nikmat, sedih, marah, dan
jijik. Tapi mau gimana lagi…… lalu tangannya memeras kedua payudaraku
yang masih sangat kencang. “tubuh kamu bener – bener OK y, Yos” dia
berkata padaku. Memang aku sendiri sering bangga sama diriku sendiri
karena aku tergolong cantik dan tubuhku sempurna. Tinggiku 164, memiliki
kulit putih dan payudara yang kencang banget ukuran 34B. Setelah
setengah jam dia memasuk dan mengeluarkan kontolnya dari vaginaku
akhirnya dia klimaks juga. Dia mengeluarkan di dalam vaginaku. Aku
semakin takut waktu itu….aku takut hamil. Aku ngga berhenti menangis.
Dan menyesali perbuatanku sama mas Ratno yang ternyata malah bikin dia
gemes
sama aku. Dia sempat bilang sendiri sama aku. Akhirnya selesai juga
dia melampiaskan nafsunya padaku. Lalu dia menunjukkan padaku hapenya
dan dia menepati janjinya untuk menghapus foto – fotoku tadi, termasuk
foto ciumanku sama cowokku paginya. Lalu dia melepaskan ikatanku. Dan
aku menutupi seluruh tubuhku dengan sprei di sebelahku. Sambil berteriak
menyuruhnya pergi. Setelah memakai baju, dia pun pergi. Aku berlari ke
ruang tamu dan mengunci pintu depan dengan keadaan masih telanjang. Aku
ngga peduli saat ada orang di apotek seberang lihat aku menutup pintu
dengan keadaan telanjang. Aku menangis seharian di dalam kamarku. Saat
orang tuaku pulang, aku ingin mengatakan pada mereka
tentang perbuatan mas Ratno padaku. Tapi aku malu. Aku juga takut
kalau malah disuruh menikah sama mas Ratno. Ini bener – bener cerita
nyataku. Sejak itu aku ngga pernah ragu buat ML ama cowokku. Cowokku
tadinya kaget, tapi malah senang karena bisa ML sama aku. Dan lain kali
aku ceritakan kisah – kisahku lainnya. Makasih dah mau baca curhatanku.
Komentar
Posting Komentar