PRAGMATIC189 - Ini menceritakan tentang hubungan sex dengan teman lamaku yang cantik dan mempunyai tubuh mulus dan seksi yang bernama Sarah. Aku dan Sarah sudah lama sekali tak bertemu. Setelah sama-sama lepas dari pasangan masing-masing, keinginan bertemu besar sekali. Mungkin karena banyaknya kecocokan kami dahulu, dari mulai curhat sampai ML yang boleh dibilang sudah sama-sama hapal kesukaan masing-masing. Pada suatu kesempatan, kami bertemu kembali di telepon, dan langsung janjian bertemu di kantornya hari sabtu siang, yang kebetulan juga ada pekerjaan yang harus diselesaikannya.
Meluncurlah aku kekantornya di sebuah
building di jalan utama ibu kota. Karena hari itu hari sabtu, praktis
sebagian besar kantor tutup. Demikian juga di lantai tempat kantor
Sarah, hanya kantornya yang buka, itupun sudah tidak ada karyawan piket
karena memang cuma setengah hari. Karenanya, Sarah sendiri yang
membukakan pintu dan menyambutku dengan penuh semangat. Akupun demikian,
walaupun sempat terpana sebelumnya melihat dirinya yang semakin cantik,
sensual dan sexy, apalagi dengan penampilannya siang itu yang
mengenakan blazer merah, rok mini ketat dan sepatu tinggi hingga
menampakkan kejenjangan kakinya serta kemulusan kulitnya yang mulus,
walaupun tubuhnya tetap tidak berubah, yaitu mungil dan ramping.
“Aku selesai’in kerjaanku dulu ya., abis itu baru kita jalan..”, Kata
Sarah sambil mengajakku ke mejanya setelah kita ngobrol-ngobrol di ruang
tamu. Sarah lalu duduk di kursinya sambil menyelesaikan pekerjaan di
komputernya. “Aku pijetin yah..,” Kataku sambil berdiri di belakang
kursinya berbarengan dengan mampirnya kedua tanganku di pundaknya untuk
memijat. “Hmm.., enaknya.., udah lama ya kamu nggak mijet aku.., aku
kangen sama tanganmu..,” katanya lagi sambil menggeliat manja. “Kangen
sama bibirku juga nggak?,” bisikku kemudian yang kubarengi dengan
ciumanku di kupingnya. Sarah langsung menggeliat, apalagi waktu kraag
blousenya agak kusingkap dan ciumanku menjalar ke leher dan tengkuknya
yang mulus.
PRAGMATIC189 - SITUS SLOT GACOR DAN TERPERCAYA SE INDONESIA
Aroma tubuhnya yang alami kurasakan lagi setelah sekian lama tak berjumpa dengannya. “Ssshh.., kamu nggak berubah yah..,” Rintih Sarah kenikmatan sambil mematikan computernya. “Kaya’nya kita nggak perlu keluar dari sini deh.., sebentar ya, aku kunci dulu pintu depannya,” katanya lagi. Agak lama Sarah mengunci pintu depan, dan waktu balik ke ruang kerjanya, mataku terbelalak melihat Sarah hanya tinggal mengenakan blazer merahnya yang terkancing seadanya tanpa apa-apa lagi di dalamnya. Tanpa bicara, Sarah langsung menggandengku menuju ruang meeting kecil yang hanya berisi meja bulat dan beberapa kursi. “Aku kangen melihat tubuhmu,” katanya lagi. Sementara aku buka pakaianku semua, Sarah mendekatiku dan tiba-tiba melumat bibirku yang langsung kusambut dengan meneroboskan lidahku dan menari-nari di dalam mulutnya sambil kadang-kadang mengulum lidahnya.
Begitu aku bugil total, Sarah meyuruhku
duduk di kursi meeting, sementara dia ambil posisi berdiri dihadapanku
sambil pelan-pelan membuka kancing blazernya dengan gaya erotis. Setelah
itu, disingkapnya masing-masing ke samping sehingga muncullah
pemandangan yang amat indah. Buah dadanya yang ranum, bulat, dan padat
dengan pentilnya yang merah muda itu nampak mencuat menantang, apalagi
dengan tubuhnya yang makin basah oleh keringat sehingga kulitnya yang
mulus makin berkilat. Belum lagi aku terkagum-kagum melihatnya, Sarah
langsung duduk dipangkuanku dengan mengangkangkan pahanya bertumpu di
pegangan tangan kursiku sehingga posisi buah dadanya tepat persis di
mukaku.
“Udah lama kamu nggak menyantap susuku, ayo dong isep”, Goda Sarah
sambil meneruskan melepas blazernya dan menaruh kedua tangannya ke atas
senderan kursiku dan menyodorkan dadanya hingga kepalaku terbenam di
antara dua bukitnya yang kenyal itu.
Penisku mulai berdiri lagi dengan perlakuannya ini, apalagi aku bebas menghirup aroma tubunya yang bercampur antara parfum dan keringatnya itu. Muncul ideku untuk bermain-main dulu dengan menciumi lehernya yang jenjang dan terus ke belakang telinganya. Sarah menggeliat kegelian dan membuat hidung dan bibirku menjalar ke ketiaknya yang halus bersih itu, setelah sebelumnya menelusuri lengannya yang lembut. Disitu kuciumi sepuas-puasnya dan kujilat-jilat seputar ketiaknya yang merupakan salah satu kesukaannya juga. Kegeliannya membuat kepala Sarah menengadah kebelakang sehingga buah dadanya siap dilumat dengan mulutku yang makin liar.
Kujilati mulai dari bawah buah dadanya,
terus kesamping dan berlama-lama di seputar putingnya yang makin
mengeras. Sarah yang nggak sabar, mendorong putingnya ke mulutku yang
langsung kusambut dengan jilatan panjang, gigitan kecil dan
kemotan-kemotan halus di putingnya. Tubuhnya makin menggelinjang ketika
tanganku juga beraksi mengusap-usap selangkangannya yang ternyata sudah
basah dari tadi. Jariku mulai menyusup ke vaginanya dan kugosok-gosok
klentitnya. Tidak Cuma itu, jari-jarikupun menerobos masuk ke vaginanya
yang terbuka bebas dengan gerakan maju-mundur yang makin lama makin
cepat, dan ..
“Aaggh..sudah dong, sudaah”, Erang Sarah yang badannya mengejang sambil
mendekap erat mukaku di buah dadanya sampai aku sulit bernafas,
sementara jariku merasakan hangatnya cairan dari vaginanya. Rupanya
Sarah baru saja mencapai klimaksnya dengan posisi kedua pahanya yang
masih mengangkang dan masing-masing bertumpu pada sandaran tangan
kursiku. Tubuhnya lalu kuangkat dari kursi dan kurebahkan di meja bulat
di depanku dengan posisi kedua kakinya, dari batas lutut menjuntai ke
bawah, agar Sarah bisa beristirahat sebentar mengembalikan tenaganya.
Sementara beristirahat, aku yang duduk kembali di kursi mengangkat kedua
kakinya, melepas sepatu tingginya, dan menaruh di pangkuanku sambil
kupijat lembut dari ujung kaki hingga betisnya.
Sementara beristirahat, aku yang duduk
kembali di kursi mengangkat kedua kakinya, melepas sepatu tingginya, dan
menaruh di pangkuanku sambil kupijat lembut dari ujung kaki hingga
betisnya.
Kupandang sejenak kakinya yang bener-bener mulus bersih dengan jari-jari
kakinya yang rapi dan tanpa kutek itu serta betisnya yang ramping
berisi. Sarah menikmati sekali pijatanku, bahkan waktu kugantikan tugas
tanganku dengan bibirku yang menelusuri seluruh permukaan kulit kakinya.
“Aawh..sshh,..geli sayang,” Rintihnya lagi namun tetap pasrah
menyerahkan kakinya untuk kuciumi dan kujilati dari mulai tumit, telapak
kaki hingga jari-jari kakinya. Selain kumainkan lidahku, tak lupa
kukemot satu persatu jari kakinya yang kutahu paling dia suka. Sarah
menikmati sekali permainanku ini sampai posisi kedua kakinya jadi tak
beraturan karena menahan geli dan nikmat. Walaupun kedua kakinya masih
kuciumi, pahanya mulai terbuka sedikit, sehingga satu tanganku bisa
bebas menjamah kemulusan paha dan selangkangannya.
Sarah meronta-ronta, apalagi ketika clitorisnya kujilat berulang-ulang lalu kujulurkan lebih dalam menembus liang vaginanya bersamaan dengan makin cepatnya gerakan maju-mundur pinngul Sarah, dan “aghh”..aagh!” Tubuhnya melengkung dan mengejang. Kepalanya direbahkan kebelakang dan kedua pahanya dirapatkan sehingga menjepit kepalaku yang masih berada di selangkangannya sambil tangannya terus menekan kencang. Tanpa istirahat lagi, dengan cepat aku berdiri dari kursi lalu mengangkat kedua kakinya tinggi ke atas dan kutumpangkan masing-masing di pundakku, sehingga posisi penisku tepat berada di depan liang vaginanya yang persis berada di pinggir meja. “Ooowh ..,” teriak Sarah begitu penisku yang tegak keras bak meriam masuk lurus ke liang vaginanya. Langsung kugerakkan maju-mundur pinggulku yang membuat Sarah menjerit-jerit kecil karena menahan geli, setelah mencapai klimaks sebelumnya. Pinggulnya diputar-putarkan mengimbagi gerakan penisku yang makin lama makin cepat bergerak maju-mundur. Sarah makin pasrah waktu pergelangan kakinya kupegang dan kukangkangkan ke samping sambil terus menggenjot vaginanya. Baru sebentar Sarah tak tahan, dan lebih memilih melingkarkan kakinya ke pinggangku sambil terus menggoyang-goyang pinggulnya.
Kesempatan ini kupergunakan dengan
merapatkan badanku ke tubuhnya yang indah itu, dan dengan tak henti
menggenjot vaginanya, bibir dan tanganku ikut bekerja. Tanganku meremas
gundukan buah dadanya yang ranum, dan bibirku merajalela di wajah dan
lehernya. Penisku menghujam makin cepat ke liang vaginanya. Kedua
tanganku kemudian menahan kedua tangannya dan bibirku kuturunkan ke
putingnya untuk kujilat dan kukemot habis-habisn.., sehingga
” Aaagghh..!,” Teriak Sarah dan aku hampir bersamaan. Kedua tubuh bugil
kami sama-sama menegang. Kedua kakinya kencang sekali menghimpit
pinggangku, dan tangannya beralih menekan kepalaku ke buah dadanya. Kami
sama-sama terdiam beberapa saat menikmati ledakan yang luar biasa.
Keringat mengucur deras membasahi meja meeting itu walaupun AC terasa
dingin. Kulepaskan tubuhku kemudian sambil memandangi tubuh Sarah yang
indah mulus itu terlentang di atas meja. Tampangnya yang sensual itu
masih tersenyum kepuasan, dan membuatku gemas. Lalu aku mulai lagi
menjelajahi seluruh lekuk liku tubuhnya dengan jilatan-jilatan nakal,
Sarah cuma bisa menggelinjang pasrah dan dengan manja berkata lagi, ”
Coba deh kamu tiap hari ke kantorku.”


Komentar
Posting Komentar