PRAGMATIC189 - Nama saya Evonny, saya berusia 17 tahun dan saya putra kedua dari
pasangan Menado-Sunda. Kulit saya putih, tingginya sekitar 168 cm dan
beratnya 50 kg. Rambut saya naik ke bahu dan dada 36B. Di keluarga saya,
semua wanita seperti saya, jadi tidak seperti gadis-gadis lain yang
mendambakan tubuh yang indah sampai mereka mau mengikuti diet ketat. Di
keluarga kami, makan apapun itu seperti itu.
Suatu sore, dalam perjalanan pulang setelah bersorak di sekolah,
ayah saya mengatakan kepada saya untuk mengirimkan surat-surat penting
ke rumah temannya, yang biasa dipanggil Om David. Seperti yang terjadi,
rumahnya benar-benar pergi ke rumah kami karena terletak di kompleks
yang sama di rumah elit di selatan Jakarta.
Ini adalah David, meskipun dia sudah berada di ujung kepala
keempatnya, tetapi wajahnya dan gayanya tetap seperti orang muda. Saya
selalu jatuh cinta padanya untuk waktu yang lama. Selain tampan dan
rambutnya sedikit abu-abu, tubuhnya juga tinggi dan terlatih dan hobinya
berenang dan tenis. Ayah saya mengenalnya dari universitas, jadi kami
sangat dekat dengan keluarganya.
Kedua anaknya belajar di Amerika Serikat, sementara istrinya
aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan biasanya pergi ke pesta.
Tante Vina, istri Om David, biasanya mengundang ibu, tetapi ibu selalu
menolak karena dia lebih suka di rumah.
Dengan sopir diantar, saya tiba di rumah Om David, yang tampaknya
sederhana dari luar tetapi di dalam ada kolam besar dan taman. Sejak
saya masih kecil, saya sudah sering ke sini, tetapi baru kali ini saya
datang sendiri tanpa ayah atau ibu saya. Bahkan dengan seragam bersorak
saya yang terdiri dari rok lipit biru yang panjangnya puluhan sentimeter
di atas paha dan tank top putih, saya menekan bel pintu sambil
mengenakan amplop besar yang dipercayakan oleh ayah saya.
Bahkan, sang ayah memiliki bisnis dengan Om David, yang merupakan
pengusaha kayu, sehingga mereka telah aktif menghubungi belakangan ini.
Karena ayah memiliki pertemuan yang tidak bisa ditunda, dia tidak dapat
mengirim surat sendiri.
Seorang pembantu wanita yang sudah lumayan tua keluar dari dalam
dan membukakan pintu untukku. Sementara itu kusuruh supirku menungguku
di luar.
Ketika memasuki ruang tamu, si pembantu berkata, “Tuan sedang berenang,
Non. Tunggu saja di sini biar saya beritahu Tuan kalau Non sudah
datang.”
“Makasih, Bi.” jawabku sambil duduk di sofa yang empuk.
Sudah 10 menit lebih menunggu, si bibi tidak muncul-muncul juga,
begitu pula dengan Om David. Karena bosan, aku jalan-jalan dan sampai di
pintu yang ternyata menghubungkan rumah itu dengan halaman belakang dan
kolam renangnya yang lumayan besar. Kubuka pintunya dan di tepi kolam
kulihat Om David yang sedang berdiri dan mengeringkan tubuh dengan
handuk.
“Ooh..” pekikku dalam hati demi melihat tubuh atletisnya terutama
bulu-bulu dadanya yang lebat, dan tonjolan di antara kedua pahanya.
Wajahku agak memerah karena mendadak aku jadi horny, dan payudaraku
terasa gatal. Om David menoleh dan melihatku berdiri terpaku dengan
tatapan tolol, dia pun tertawa dan memanggilku untuk menghampirinya.
“Halo Karin, apa kabar kamu..?” sapa Om David hangat sambil memberikan sun di pipiku.
Aku pun balas sun dia walau kagok, “Oh, baik Om. Om sendiri apa kabar..?”
“Om baik-baik aja. Kamu baru pulang dari sekolah yah..?” tanya Om David sambil memandangku dari atas sampai ke bawah.
Tatapannya berhenti sebentar di dadaku yang membusung terbungkus kaos
ketat, sedangkan aku sendiri hanya dapat tersenyum melihat tonjolan di
celana renang Om David yang ketat itu mengeras.
“Iya Om, baru latihan cheers. Tante Mella mana Om..?” ujarku basa-basi.
“Tante Mella lagi ke Bali sama teman-temannya. Om ditinggal sendirian nih.” balas Om David sambil memasang kimono di tubuhnya.
“Ooh..” jawabku dengan nada sedikit kecewa karena tidak dapat melihat tubuh atletis Om David dengan leluasa lagi.
“Ke dapur yuk..!”
“Kamu mau minum apa Rin..?” tanya Om David ketika kami sampai di dapur.
“Air putih aja Om, biar awet muda.” jawabku asal.
Sambil menunggu Om David menuangkan air dingin ke gelas, aku pindah
duduk ke atas meja di tengah-tengah dapurnya yang luas karena tidak ada
bangku di dapurnya.
“Duduk di sini boleh yah Om..?” tanyaku sambil menyilangkan kaki kananku dan membiarkan paha putihku makin tinggi terlihat.
“Boleh kok Rin.” kata Om David sambil mendekatiku dengan membawa gelas berisi air dingin.
Namun entah karena pandangannya terpaku pada cara dudukku yang
menggoda itu atau memang beneran tidak sengaja, kakinya tersandung ujung
keset yang berada di lantai dan Om David pun limbung ke depan hingga
menumpahkan isi gelas tadi ke baju dan rokku.
“Aaah..!” pekikku kaget, sedang kedua tangan Om David langsung menggapai pahaku untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
“Aduh.., begimana sih..? Om nggak sengaja Rin. Maaf yah, baju kamu jadi
basah semua tuh. Dingin nggak airnya tadi..?” tanya Om David sambil
buru-buru mengambil lap dan menyeka rok dan kaosku.
Aku yang masih terkejut hanya diam mengamati tangan Om David yang
berada di atas dadaku dan matanya yang nampak berkonsentrasi menyeka
kaosku. Putingku tercetak semakin jelas di balik kaosku yang basah dan
hembusan napasku yang memburu menerpa wajah Om David.
“Om.. udah Om..!” kataku lirih.
Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah
meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya
ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.
“Kamu cantik, Karin..” ujarnya lembut.
Aku jadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malahan
menciumku tepat di bibir. Aku refleks memejamkan mata dan Om David
kembali menciumku tapi sekarang lidahnya mencoba mendesak masuk ke dalam
mulutku. Aku ingin menolak rasanya, tapi dorongan dari dalam tidak
dapat berbohong. Aku balas melumat bibirnya dan tanganku meraih pundak
Om David, sedang tangannya sendiri meraba-raba pahaku dari dalam rokku
yang makin terangkat hingga terlihat jelas celana dalam dan
selangkanganku.
Ciumannya makin buas, dan kini Om David turun ke leher dan menciumku
di sana. Sambil berciuman, tanganku meraih pengikat kimono Om David dan
membukanya. Tanganku menelusuri dadanya yang bidang dan bulu-bulunya
yang lebat, kemudian mengecupnya lembut. Sementara itu tangan Om David
juga tidak mau kalah bergerak mengelus celana dalamku dari luar,
kemudian ke atas lagi dan meremas payudaraku yang sudah gatal sedari
tadi.
Aku melenguh agak keras dan Om David pun makin giat meremas-remas
dadaku yang montok itu. Perlahan dia melepaskan ciumannya dan aku
membiarkan dia melepas kaosku dari atas. Kini aku duduk hanya mengenakan
bra hitam dan rok cheersku itu. Om David memandangku tidak berkedip.
Kemudian dia bergerak cepat melumat kembali bibirku dan sambil french
kissing, tangannya melepas kaitan bra-ku dari belakang dengan tangannya
yang cekatan.
Kini dadaku benar-benar telanjang bulat. Aku masih merasa aneh
karena baru kali ini aku telanjang dada di depan pria yang bukan
pacarku. Om David mulai meremas kedua payudaraku bergantian dan aku
memilih untuk memejamkan mata dan menikmati saja. Tiba-tiba aku merasa
putingku yang sudah tegang akibat nafsu itu menjadi basah, dan ternyata
Om David sedang asyik menjilatnya dengan lidahnya yang panjang dan
tebal. Uh.., jago sekali dia melumat, mencium, menarik-narik dan
menghisap-hisap puting kiri dan kananku.
Tanpa kusadari, aku pun mengeluarkan erangan yang lumayan keras, dan itu malah semakin membuat Om David bernafsu.
“Oom.. aah.. aah..!”
“Rin, kamu kok seksi banget sih..? Om suka banget sama badan kamu, bagus
banget. Apalagi ini..” godanya sambil memelintir putingku yang makin
mencuat dan tegang.
“Ahh.., Om.. gelii..!” balasku manja.
“Sshh.. jangan panggil ‘Om’, sekarang panggil ‘David’ aja ya, Rin. Kamu kan udah gede..” ujarnya.
“Iya deh, Om.” jawabku nakal dan Om David pun sengaja memelintir kedua putingku lebih keras lagi.
“Eeeh..! Om.. eh David.. geli aah..!” kataku sambil sedikit cemberut namun dia tidak menjawab malahan mencium bibirku mesra.
Entah kapan tepatnya, Om David berhasil meloloskan rok dan celana
dalam hitamku, yang pasti tahu-tahu aku sudah telanjang bulat di atas
meja dapur itu dan Om David sendiri sudah melepas celana renangnya,
hanya tinggal memakai kimononya saja. Kini Om David membungkuk dan
jilatannya pindah ke selangkanganku yang sengaja kubuka selebar-lebarnya
agar dia dapat melihat isi vaginaku yang merekah dan berwarna merah
muda.
Kemudian lidah yang hangat dan basah itu pun pindah ke atas dan
mulai mengerjai klitorisku dari atas ke bawah dan begitu terus
berulang-ulang hingga aku mengerang tidak tertahan.
“Aeeh.. uuh.. Rob.. aawh.. ehh..!”
Aku hanya dapat mengelus dan menjambak rambut Om David dengan tangan
kananku, sedang tangan kiriku berusaha berpegang pada atas meja untuk
menopang tubuhku agar tidak jatuh ke depan atau ke belakang.
Badanku terasa mengejang serta cairan vaginaku terasa mulai
meleleh keluar dan Om David pun menjilatinya dengan cepat sampai
vaginaku terasa kering kembali. Badanku kemudian direbahkan di atas meja
dan dibiarkannya kakiku menjuntai ke bawah, sedang Om David melebarkan
kedua kakinya dan siap-siap memasukkan penisnya yang besar dan sudah
tegang dari tadi ke dalam vaginaku yang juga sudah tidak sabar ingin
dimasuki olehnya.
Perlahan Om David mendorong penisnya ke dalam vaginaku yang
sempit dan penisnya mulai menggosok-gosok dinding vaginaku. Rasanya
benar-benar nikmat, geli, dan entah apa lagi, pokoknya aku hanya
memejamkan mata dan menikmati semuanya.
“Aawww.. gede banget sih Rob..!” ujarku karena dari tadi Om David belum
berhasil juga memasukkan seluruh penisnya ke dalam vaginaku itu.
“Iyah.., tahan sebentar yah Sayang, vagina kamu juga sempitnya.. ampun deh..!”
Aku tersenyum sambil menahan gejolak nafsu yang sudah menggebu.
Akhirnya setelah lima kali lebih mencoba masuk, penis Om David
berhasil masuk seluruhnya ke dalam vaginaku dan pinggulnya pun mulai
bergerak maju mundur. Makin lama gerakannya makin cepat dan terdengar Om
David mengerang keenakan.
“Ah Rin.. enak Rin.. aduuh..!”
“Iii.. iyaa.. Om.. enakk.. ngentott.. Om.. teruss.. eehh..!” balasku sambil merem melek keenakan.
Om David tersenyum mendengarku yang mulai meracau ngomongnya.
Memang kalau sudah begini biasanya keluar kata-kata kasar dari mulutku
dan ternyata itu membuat Om David semakin nafsu saja.
“Awwh.. awwh.. aah..!” orgasmeku mulai lagi.
Tidak lama kemudian badanku diperosotkan ke bawah dari atas meja dan
diputar menghadap ke depan meja, membelakangi Om David yang masih
berdiri tanpa mencabut penisnya dari dalam vaginaku. Diputar begitu
rasanya cairanku menetes ke sela-sela paha kami dan gesekannya
benar-benar nikmat.
Kini posisiku membelakangi Om David dan dia pun mulai menggenjot
lagi dengan gaya doggie style. Badanku membungkuk ke depan, kedua
payudara montokku menggantung bebas dan ikut berayun-ayun setiap kali
pinggul Om David maju mundur. Aku pun ikut memutar-mutar pinggul dan
pantatku. Om David mempercepat gerakannya sambil sesekali meremas gemas
pantatku yang semok dan putih itu, kemudian berpindah ke depan dan
mencari putingku yang sudah sangat tegang dari tadi.
“Awwh.. lebih keras Om.. pentilnya.. puterr..!” rintihku dan Om
David serta merta meremas putingku lebih keras lagi dan tangan satunya
bergerak mencari klitorisku.
Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke
belakang melihat Om David yang sedang merem melek keenakan. Gila rasanya
tubuhku banjir keringat dan nikmatnya tangan Om David di mana-mana yang
menggerayangi tubuhku.
BACA JUGA :
Cerita Sex Cikgu Syiken Putingku diputar-putar makin keras sambil sesekali payudaraku
diremas kuat. Klitorisku digosok-gosok makin gila, dan hentakan penisnya
keluar masuk vaginaku makin cepat. Akhirnya orgasmeku mulai lagi. Bagai
terkena badai, tubuhku mengejang kuat dan lututku lemas sekali. Begitu
juga dengan Om David, akhirnya dia ejakulasi juga dan memuncratkan
spermanya di dalam vaginaku yang hangat.
“Aaah.. Riin..!” erangnya.
Om David melepaskan penisnya dari dalam vaginaku dan aku berlutut lemas
sambil bersandar di samping meja dapur dan mengatur napasku. Om David
duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah
pertempuran yang seru tadi.
“Sini Om..! Karin bersihin sisanya tadi..!” ujarku sambil
membungkuk dan menjilati sisa-sisa cairan cinta tadi di sekitar
selangkangan Om David.
Om David hanya terdiam sambil mengelus rambutku yang sudah acak-acakan.
Setelah bersih, gantian Om David yang menjilati selangkanganku, kemudian
dia mengumpulkan pakaian seragamku yang berceceran di lantai dapur dan
mengantarku ke kamar mandi.
Setelah mencuci vaginaku dan memakai seragamku kembali, aku
keluar menemui Om David yang ternyata sudah memakai kaos dan celana
kulot, dan kami sama-sama tersenyum.
“Rin, Om minta maaf yah malah begini jadinya, kamu nggak menyesal
kan..?” ujar Om David sambil menarik diriku duduk di pangkuannya.
“Enggak Om, dari dulu Karin emang senang sama Om, menurut Karin Om itu temen ayah yang paling ganteng dan baik.” pujiku.
“Makasih ya Sayang, ingat kalau ada apa-apa jangan segan telpon Om yah..?” balasnya.
“Iya Om, makasih juga yah permainannya yang tadi, Om jago deh.”
“Iya Rin, kamu juga. Om aja nggak nyangka kamu bisa muasin Om kayak tadi.”
“He.. he.. he..” aku tersipu malu.
“Oh iya Om, ini titipannya ayah hampir lupa.” ujarku sambil buru-buru menyerahkan titipan ayah pada Om David.
“Iya, makasih ya Karin sayang..” jawab Om David sambil tangannya meraba pahaku lagi dari dalam rokku.
“Aah.. Om, Karin musti pulang nih, udah sore.” elakku sambil melepaskan diri dari Om David.
Om David pun berdiri dan mencium pipiku lembut, kemudian mengantarku ke mobil dan aku pun pulang.
Di dalam mobil, supirku yang mungkin heran melihatku tersenyum-senyum sendirian mengingat kejadian tadi pun bertanya.
“Non, kok lama amat sih nganter amplop doang..? Ditahan dulu yah Non..?”
Sambil menahan tawa aku pun berkata, “Iya Pak, dikasih ‘wejangan’ pula..”
Supirku hanya dapat memandangku dari kaca spion dengan pandangan tidak
mengerti dan aku hanya membalasnya dengan senyuman rahasia. He..he..he..

PROMO SPESIAL PRAGMATIC189
🍾 Promo Bonus Redepo Weekend 100% Khusus Member Silver - Gold - Platinum 🍾
🍾 PROMO Event Slot Freespin & Buyspin Up To 25% PRAGMATIC189 🍾
🍾 PROMO Event 3JEJER KOI GATES HABANERO PRAGMATIC189 🍾
🍾 EVENT BOLA PETIR GATES OF OLYMPUS PRAGMATIC189 🍾
🍾 PROMO EVENT MIXPARLAY 3 TEAM 2X BONUS 🍾
🍾 PROMO EVENT BIGWIN MIXPARLAY 🍾
🍾 Bonus New Member 100% TO X7 Khusus BANK 🍾
🍾 Bonus New Member 100% TO X12 Khusus E-Wallet 🍾
🍾 Bonus Redepo Everytime 10% TO X3 ( Total Maximal Bonus 500.000 ) 🍾
🍾 Bonus Redepo Evertyime 5% TO X2 ( Total Maximal Bonus 500.000 ) 🍾
🍾 Bonus Rollingan Slot - Casino - Poker Up To 0.7% 🍾
🍾 Bonus Cashback Sportbooks - Fishing Up To 7% 🍾
🍾 Bonus Referral All Game Up To 0.5% 🍾
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
Situs Slot Terbaik dan Terpercaya se-Indonesia
✨✨ PRAGMATIC189 ✨✨
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
💳 Menerima Deposit Melalui Bank BCA - BRI - BNI - MANDIRI - CIMB
💳 Menerima Deposit Melalui Ewallet OVO - DANA - GOPAY - LINKAJA
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
✨ Jadi Tunggu apalagi Segera Daftar di PRAGMATIC189 ✨
✨ Dan Rasakan Jackpot Besar Sensasional bersama Kami 🥰 ✨
Komentar
Posting Komentar