PRAGMATIC189 - Tidak terasa aku sudah kuliah jadi aku memutuskan untuk ngekost saja agar lebih mandiri dan lebih bebas jika ingin melakukan seusatu, lagipun ngekost juga adanya dan apalagi jika tanggal tua sudah mendekati hadeh maka indomie lah menjadi juaranya hehehe. ..,
Pemilik kostan saya memiliki Anak dan tinggaal yang Cantik dan Mulus. berumur sekitar 25 tahun. memiliki tubuh bagus dan bersih. Jadi tak heran kalau bentuk tubuh masih menggiurkan. Karena aku tinggal bersebelahan dengan rumah pemilik kostann, aku sering kali setiap malam mendengar suara desahan kecil ntah darimana yang pasti dari Zara. Perempuan yang kalau di rumah tak pernah keluar selalu kuperhatikan pemasangannya menyembul keluar
Selama beberapa hari ini saya memang suka menikmati pemandangan yang sering membuat penisku tegak berdiri. Terutama payudaranya yang sengaja dipajang dengan kaos ketat sehingga terlihat mencolok. Selain payudaranya yang kuperkirakan berukuran 36D, pinggulnya yang besar sering membuatku terangsang. Ah menyenangkan dan menggairahkan kalau saja aku bisa memasukkan penisku sambil meremas-remas payudaranya.
PRAGMATIC189 - SITUS SLOT GACOR DAN TERPERCAYA SE INDONESIA
Setelah perbincangan itu saya menjadi lebih memperhatikan gerak-gerik Zara. Bahkan aku kini sengaja lebih sering bertemu dengan dia. Kulihat perempuan itu tenang-tenang saja meski mengetahui aku sering mencuri pandang ke arah pandang.
Suatu saat ketika berjalan berpapasan dengan tangan tanpa sengaja menyentuh pinggulnya.
Makin lama aku bertambah berani. Aku mengandengkan tangaku dipinggulnyaa. Eh dia cuma senyum-senyum. Aksi nakal pun kutingkatkan. Bukan menyenggol lagi tapi meremas2. Aku mulai berangan-angan suatu saat ingin menyetubuhi dia. Cuma aku masih takut. Namun birahiku rasanya tak terputuskan lagi. Setiap malam yang ada dalam bayanganku adalah menyusup diam-diam ke kamarnya, menciumi dan menjilati seluruh tubuhnya, meremas payudara dan pinggulnya, kemudian melesakkan penis ke vaginanya.
Suatu hari ketika rumahnya sepi. Dan Aku kebeneran Libur kuliah, Aku bertemu dengan dia di ruang tamu sambil menonton televisi. Semula menjadi perbincangan hanya soal-soal umum dan biasa-biasa saja. Entah mendapat dorongan dari mana kemudian aku mulai ngomong agak menyerempet-nyerempet.
reaksinya membuat saya berani. Aku memeluk tubuhnya. Mencium lehernya dari belakang. Zaha tidak melawan malahan diem. Lalu ganti kucium. Dia menggelinjang kegelian, Wah, kesempatan nih. Kini sambil menciumi lehernya, tangan bergerilya di bagian toketnya. Dia meremas2 tanganku yang meremas payudaranya.
Tanganku langsung menelusup ke balik kausnya. merasakan itu empuknya daging yang membukit. Kuremas dua payudaranya dari belakang dengan kedua tanganku. Desahannya makin kuat. Lalu kepalanya disandarkan ke dadaku. Kini kedua putingnya ganti kupermainkan.
“Langsung kekamar aja Yon, Jangan disini ntar ketahuan”, bisiknya dengan suara bergetar, mungkin menahan birahinya yang juga mulai naik.
Kini aku jongkok di hargai. Menyibak Dasternya dan merenggangkan kedua kakinya. Wuih, mulus kedua pahanya. Pangkalnya tampak menggunduk celana dalam yang dibungkus warna Pink. Sambil menciumi pahanya, tangan kita menelusup di pangkal pahanya, meremas-remas vagina dan klitorisnya yang juga besar. Lidahku makin naik ke atas. Zara menggelinjang kegelian sambil mendesah halus. Akhirnya jilatanku sampai di pangkal pahanya.
Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dugaanku. Di sekelilingnya ditumbuhi rambut tak begitu lebat. Lidahku kemudian bermain di bibir vaginanya. Pelan-pelan mulai masuk ke dalam dengan gerakan-gerakan yang membuat Zara semakin tajam, sampai harus mengangkat pinggulnya.
Zara mencium bibirku. Tangannya meremas-remas Batangnku yang mengacung besar. Betapa lembut ciumannya, Aku segera menjulurkan lidahku, memainkan di rongga mulut. Lidahnya kubelit sampai dia seperti hendak tersedak. Semula Zara seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan. Mulutku seperti mulutnya di mulutnya.
Tanganku mulai mempermainkan kedua payudaranya lagi yang menggairahkan Padat, kencang, dan putih mulus.
BACA JUGA : Cerita Sex Pembokat Seksi
Tanpa menunggu jawaban segera kumasukkan penisku ke yang mungil. Tak ragu langsung dikulumnya kontolku dengan lahap sehingga lama penisku masuk rongga mulut. Melihat Zara agak tersiksa oleh gaya permainan baru itu, aku segera memulai penisku. Pikirku, nanti lama-lama pasti bisa.
Tanganku pun ganti-berganti memainkan kedua payudaranya yang kenyal atau selangkangannya yang mulai kembali becek. Tetapi lama-lama aku tak tahan juga. Penisku pun sudah ingin segera menggenjot memeknya. Pelan-pelan aku mengarahkan Batangku yang keras itu ke arah selangkangannya. Ketika mulai menembus vaginanya, kurasakan tubuh Zara agak gemetar.
“AAAHHHKSKSs..” desahnya ketika sedikit demi sedikit batang penisku masuk memeknya,.
Setelah batang seluruhku masuk, aku segera bergoyang naik turun di atas tubuhnya. Aku semakin terangsang oleh jeritan-jeritan kecil, lenguhan, dan kedua payudaranya yang ikut bergoyang-goyang.
10menit aku mengenjot memek sempit Zara menjepitkan kedua kaki ke pinggangku. Pinggulnya. dia akan orgasme. Genjotan kontolku kutingkatkan.
“Ooo.. ahh.. hmm.. sshh..Aahhkkss gilla eennakk” desahnya dengan tubuh menggelinjang menahan kenikmatan puncak yang diperolehnya. Kubiarkan dia menikmati orgasmenya beberapa saat.
Payudaranya yang ikut bergoyang-goyang menambah gairah nafsuku. Apalagi ditingkah lenguhan dan jeritannya menjelang sampai puncak. Ketika dia mencapai orgasme aku belum apa-apa. Posisinya segera kuubah kegaya Goggystyle.
“Oh zaaaarr.. aku mau keluar nih ahh..”
Tak lama kemudian spermaku muncrat di dalam memeknya. Zaraaa kemudian menyusul mencapai klimaks. Kami berpelukan erat. Kurasakan vaginanya begitu hangat menjepit penisku. Lima menit lebih kami dalam posisi relaksasi seperti itu.
Kami berpelukan, berciuman, dan saling meremas lagi. Seperti tidak puas-puas menikmati kenikmatan yang baru saja kami rasakan.



Komentar
Posting Komentar