PRAGMATIC189 - Suatu hari, aku online di salah satu channel chatting dengan seorang mahasiswi. Sebut saja namanya Lina (19 tahun), bukan nama sebenarnya. Dia adalah anak seorang pejabat di salah satu instansi di Jawa dan sedang menjalani kuliah di salah satu universitas favorite di kota M. Perkenalan ini berawal dari seringnya aku online barsama Lina.
Singkat cerita, suatu hari aku ada tugas dinas ke kota M dan iseng-iseng aku hubungi dia melalui nomor HP yang sudah dia berikan sebelumnya. Dan dengan senang hati dia mau ketemuan, asal dengan syarat dia bawa teman. Walhasil, aku ketemu dia di salah satu cafe di daerah kampus yang berada di pinggir kota.
Sepintas terlihat, Lina adalah sosok seorang gadis model. Karena bentuk tubuhnya sangat semampai dengan ciri 167/45. Sehingga tonjolan di dada maupun di pantatnya tidak begitu nampak sebagaimana gadis-gadis yang aku kenal. Lamunanku buyar saat Lina menawarkan menu yang mau dipesan.
PRAGMATIC189 - SITUS SLOT GACOR DAN TERPERCAYA SE INDONESIA
Wah dadaku berdetak keras saat dia panggil aku dengan kata “say.. ” tetapi aku cepat menguasai keadaan dan bersikap seperti nggak ada rasa GR dengan panggilan yang aku kira sangat romantis banget.
“Tidak kok, tidak apa-apa, aku ngikut aja,” jawabku datar.
Dari pertama kita ketemu di chatting, aku terbuka saja dengan status aku yang sudah married. Dan ternyata diluar dugaanku, Lina bisa menerima hal itu karena memang dia menyukai cowok yang lebih dewasa.
2 jam lamanya kami berempat, ngobrol apa aja yang bisa dibLinarakan. Baik tentang kuliahnya, masalahnya Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 21 kurang 1/4. Akhirnya aku menawarkan diri untuk mengantar balik ke kost-kostan.
Setelah aku bayar di kasir, aku bergegas menuju mobil starletku yang butut kedinginan diluar cafe.
Deg! jantungku terasa berhenti ketika Lina bilang seperti itu, aku langsung berusaha menguasai situasi.
Tanpa terasa sampailah di depan tempat kost Lina.
“Ok” jawabku singkat, dan setelah itu aku langsung tancap gas balik menuju ke Surabaya dengan perasaan yang masih bertanya-tanya dengan ucapan Lina yang sedikit romantis. Tetapi sebandel apapun aku, aku tetap memegang prinsip aku tentang virginitas seorang cewek. Buat aku jika seorang gadis itu masih virgin, aku tidak akan pernah mau Making Love karena sudah menjadi prinsip aku untuk tidak merusak masa depan seseorang.
6 hari sudah berselang setelah pertemuan pertama dengan Lina dan sesuai janji dia, Kamis siang Lina menelphone HP-ku. Ringtone dengan lagu dilema cellulerku berbunyi dan saat aku liat layarnya ternyata 081252xx (nomor Lina).
Alamak si Lina ini, bikin aku berpikir yang nggak-nggak.
Setelah telphone off, aku langsung hubungi salah satu hotel di Surabaya yang menjadi tempat favorite aku dan kebeetulan aku salah satu members di hotel tersebut. Sehingga setiap saat aku bisa booking room dengan posisi open.
Hari jum’at jam 18.00 tepat aku sudah nongkrong di jok mobilku. Diparkiran terminal Bungur Asih dan selang 5 menit cellulerku berbunyi, “Mas kamu dimana?” suara Lina.
Dengan perasaan deg-degan aku menunggu Lina nongol dari pintu keluar terminal, dan dari jauh aku lihat tubuh semampai yang agak kurusan berlenggak-lenggok seperti di catwalk. Setan bertanduk, meniup pikiranku sepanjang Lina menuju mobilku.
Tanpa panjang lebar, aku langsung menuju hotel yang sehari sebelumnya aku sudah booking. Dan parfum dengan aroma melati sangat megganggu birahi kelaki-lakianku. Setan bertanduk semakin aktif mengetuk pikiran kotorku untuk langsung bercinta dengannya.
Sesampai di hotel aku langsung minta kunci dan menuju kamar lantai 2 nomor 222.
Walaupun setan sudah pada meringis diatas kepalaku dan bilang, yes! tetapi aku berusaha cool di depan Lina dan sedikit berkata bijak bagaikan orang tua.
15 menit lamanya Lina mandi, akhirnya pintu kamar mandi terbuka dan begitu kagetnya aku, ketika Lina hanya mengenakan daster yang tipis tanpa menggunakan BH dan CD, sehingga nampak jelas sekali puting yang kecil menonjol di balik daster tipisnya. Tanpa melihat gelagat Lina yang semakin membuat detak jantungku semakin cepat, aku langsung ambil handuk dan mandi.
Malam semakin larut dan hampir 3 jam aku di dalam kamar berdua dengan Lina, detak jantungku semakin kencang tatkala Lina sesekali sengaja menyentuhkan tangannya di pundakku. Adik kecilku berontak dengan keras ingin keluar dari celanaku.
Karena pertanyaan itu disampaikan hanya dengan jarak 20 centi dari mukaku sehingga bau harum di wajahnya begitu menggelitik syaraf kelaki-lakianku.
“Mmm bagaimana.. ” belum selesai aku tanyakan sesuatu tiba-tiba tubuh kecil Lina sudah berada dipangkuanku. Sehingga memudahkan dia untuk mencium bibirku. Sedangkan posisiku sendiri sangat tidak menguntungkan untuk membalas ciuman Lina, karena posisi tanganku menopang tubuhku.
“Mmm.. Mas.. Aku suka kamu,” kata Lina sambil melanjutkan ciuman mautnya.
Aku tidak bisa menjawab sepatah kata apapun karena memang serang bibir tipis Lina menggelontor bibirku bertubi-tubi. Perlahan tapi pasti, aku mulai merubah posisiku untuk terlentang di ranjang sehingga tubuh mungil Lina dengan mudah naik diatas tubuhku.
Aku rasakan perutku mulai basah dengan cairan yang mulai menetes dari vagina Lina. Karena dari tadi dia sudah tidak memakai celana dalam sehingga saat duduk diperutku, aku merasakan betapa halus bulu-bulu di selangkangan gadis ini. Tanganku mulai membelai punggung dan tengkuk Lina, sehingga hal itu membuat birahi Lina mulai terkoyak.
Dari mulutku Lina mulai merambat kebawah, menjilati puntingku hingga membuat darah aku berdesir dengan kencang.
“Lina.. Geli sayang.. ” aku merintih.
Lina sepertinya semakin bernafsu mendengar rintihan aku, dan semakin berani saja gadis ini memainkan lidahnya disekitar perutku. Tubuhnya semakin kebawah dan sampailah wajah nya di atas selangkanganku, dengan satu gerakan saja, celana adidas yang aku kenakan langsung tertanggal.
Aku hanya menikmati jilatan, hisapan dan kuluman bibir Lina yang tipis sembari aku menengok kebawah melihat Lina yang lagi asyik mengoral penisku. Duh alamak, ini gadis kok jago banget oral sex nya. Awas ya aku balas nanti kalo gadis itu sudah puas menghisap penisku. Disaat aku membayangkan apa saja yang bakal aku lakukan dengan gadis kecil ini, tiba-tiba Lina bangkit dari selangkanganku dan berdiri.
“Percaya sama Lina Mas, aku sudah tidak virgin kok,” sambil berkata seperti itu, Lina langsung berdiri diatas tubuhku. Tangannya yang lentik memegang penisku yang berdiri kencang untuk diarahkan ke lubang vaginanya
Bless.., suara penisku mengoyak vagina Lina.
Aku merasakan lubang surgawi milik Lina sangat sempit sekali, sehingga aku merasakan sesuatu yang menjepit batang kemaluanku.
Beberapa kali Lina menggerakkan tubuhnya naik turun, tiba-tiba Lina mulai mempercepat pergerakkannya diatas tubuhku yang naik turun.
“Mass.. Linaa.. Mau.. Daapett.. Maass..” rintih Lina.
Karena memang penisku tidak bisa masuk seluruhnya (hanya menyisakan 2 cm saja), sambil bergerak naik turun tangan Lina berusaha menahan tubuhnya dia tas dadaku.
Sssurr.., cairan yang terasa banyak membasahi selangkan aku.
Tubuh Lina langsung terkulai lemas dengan permainan tadi sehingga dia terlentang sambil menutup mata, merasakan sisa-sisa kenikmatan yang sudah diraihnya. Tanpa memberi nafas sedikitpun, aku mulai membungkuk di atas dada gadis yang masih belia ini. Dengan sentuhan yang penuh perasaan, lidahku mulai memainkan puntingnya yang masih mengencang besar. Aku berusaha membangkitkan gairah Lina yang sudah mulai terkulai lemas.
“Mas.. Kamu hebat.. Ughh,” pujian Lina tidak sampai selesai karena gigiku yang nakal mulai menggigit punting Lina dengan mesra. Aku membiarkan kedua tangannya menggapai kepalaku yang sedang asyik menikmati puntingnya yang kencang. Maklum, Lina tergolong cewek yang tidak mempunyai payudara sehingga puntingnya lebih dominan.
Semakin lama, mulutku yang liar mulai membalas perlakukan Lina saat mencumbui aku sebelumnya. Sesekali tubuhnya yang kurus menggelinjang hebat saat aku mainkan pusar perutnya dengan lidahku, hal ini membuat kedua pahanya terbuka lebar.
Kesempatan itu tidak aku sia-siakan, wajahku langsung menangkap bongkahan daging dengan rambut yang begitu halus. Dengan satu kali gerakan, kedua tanganku sudah bisa mengunci kedua pahanya diatas pundakku.
“Mmas.. Gelii.. Ampun.. Ooohh,” Lina hanya bisa merintih saat klitorisnya aku mainkan dengan lidahku. Sesekali aku mencium bau wangi bekas cairan Linada yang sudah keluar saat permainan pertama.
Dan hal itu menambah birahiku untuk melumat habis seluruh cairan yang mulai meleleh kembali dari lubang kewanitaanya. Sesekali pinggul Lina yang mungil ikut terangkat keatas, mengikuti hisapan mulutku di selangkangannya. Beberapa saat kemudian..
“Mas.. Ammpun.. Aku mau keluar laagi.. Mmass” kedua tangan Lina membenamkan wajahku dalam-dalam diantara kedua pahanya. Bersamaan dengan itu pula cairan putih meleleh dengan deras dari ujung lubang kewanitaanya. Dengan sedikit liar, aku minum semua cairan yang keluar dan aku jilatin sampai bersih kembali tanpa ada cairan sedikitpun.
Belum selesai dia memeujiku, aku langsung mengangkat tubuhnya yang langsing dan sedikit kurus. Sekali angkat tubuhnya langsung berhadapan dengan tubuhku, dengan cekatan penisku aku tancapkan ke lubang vagina Lina,
“Mmas.. Aduh.. Kamuu benar-benar nakal..,” kata Lina manja.
Kedua tangan Lina menggelayut dileherku sedangkan kedua kakinya mengunci pinggulku, sehingga hal ini memudahkan penisku menerobos masuk di lubang vaginanya.
“Slep.. Slep.. Slep.. ” terdengar penisku bergerak keluar masuk lubang Lina. Kedua tanganku menahan bongkahan pantat Lina yang tidak begitu besar, untuk memudahkan pergerakan keluar masuk penisku. Karena tubuh Lina yang ringan memudahkan aku untuk berhubungan sambil menggendong Lina.
Posisi ini aku pertahankan sampai, Lina orgasme yang ketiga kalinya.
“Mass.. Aku.. Keluar lagi.. ” sambil berkata demikian Lina berusaha mendekap tubuhku erat-erat sedangkan tubuhnya tidak bisa mendekat tubuhku karena memang terganjal penisku yang panjang.
Disaat tubuh Lina turun dari gendonganku, aku sedikit mendorong tubuhnya untuk menghadap ke dinding. Sambil aku bisikan kata yang mesra di telinganya
Kaki Lina aku buka lebar, sehingga memudahkan aku untuk penetrasi melalui belakang.
Bless.., batang kemaluanku kembali menghunjam lubang Lina yang masih terengah-engah. Kedua tanganku memegang pinggul Lina dari balakang, sehingga memudahkan aku untuk bergerak maju mundur. Kedua tangan Lina menahan tubuhnya di dinding kamar.
“Mas.. Eennakk sekali.. ” rintih Lina.
“Kamu memang.. Jagonya Mas.. Uuuhh,” berkali-kali Lina merintah tetapi hal itu tidak menghentikan permainan aku yang semakin gila saja. Setelah puas dengan posisi seperti itu, dengan memeringkan tubuh Lina yang masih berdiri, aku angkat kakinya satu sehingga aku bisa memasukkan penisku dengan leluasa.
Crek.. Crek.. Crekk.., suara penisku yang sudah mulai dibasahi oleh cairan Lina yang begitu banyak meleleh, sampai menetes di pahaku.
Setelah aku puas, akhirnya aku membopong tubuh Lina dan meletakkan di pinggir ranjang. Kali ini aku melakuakn doggie style, aku semakin bergairah untuk bermain dengan beberapa variasi dalam bersetubuh.
Sambil menggerakkan maju mundur tubuhku dibelakang tubuh Lina, aku melihat jelas kucuran keringat dari tubuh kami berdua. Sampai akhirnya Lina menjerit panjang dibarengi kedua tanganya meremas sprey hotel dengan kencang.
Bagaikan di film-film BF yang pernah aku lihat, Lina langssung melumat habis penisku.
Crutt.. Crut.. Crut.., entah berapa kali semburan spermaku dalam mulut Lina, aku hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Semburan demi semburan, Lina seperti tidak mempedulikan lagi. Gadis itu tetap mengocok, mengulum dan menghisap dalam-dalam penisku. Terlihat jelas spermamu menetes kelaur dicelah bibirnya yang mungil dan belum sampai jatuh, lidahnya berusaha menjilat kembali.
“Mmm.. Aku suka sekali sperma kamu Mas..” kata Lina sambil menelan seluruh spermaku yang sudah keluar.
Sambil menjilati sisa-sisa sperma yang masih menempel di batang kemaluanku,
Malam itu kami tidur berpelukkan sampai pagi dengan keadaan telanjang bulat, aku sudah tidak ingat lagi berapa kali memberikan kepuasan terhadap Lina. Akan tetapi yang membuat diriku bangga adalah, aku bisa memberikan kepuasan kepada pasanganku. Karena buat aku sex bukan milik pria seorang tetapi milik kedua pasangan yang melakukkannya.
Sambil berkata demikian kita berdua menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Dan di kamar mandi, untuk sekali lagi kita melakukan hubungan sex yang sangat fantastis di bawah guyuran shower. Dan entah berapa kali Lina mereguk kenikmatan saat itu. Yang pasti hari itu begitu hebat permainan yang aku lakukan denagn Lina.
Setelah siap, aku check out dan meluncur kearah terminal Bungurasih.
Akhirnya tubuh Lina yang semampai bergegas meninggalkan mobilku untuk menuju ke antrean bus menuju kota K. Lambaian tangannya berkali-kjali melambai seiring dengan tubuhnya yang hilang ditelan keramaian terminal.
PROMO SPESIAL PRAGMATIC189
🍾 Promo Bonus Redepo Weekend 100% Khusus Member Silver - Gold - Platinum 🍾
🍾 PROMO Event Slot Freespin & Buyspin Up To 25% PRAGMATIC189
🍾 PROMO Event 3JEJER KOI GATES HABANERO PRAGMATIC189
🍾 EVENT BOLA PETIR GATES OF OLYMPUS PRAGMATIC189
🍾 PROMO EVENT MIXPARLAY 3 TEAM 2X BONUS
🍾 PROMO EVENT BIGWIN MIXPARLAY
🍾 Bonus New Member 100% TO X7 Khusus BANK
🍾 Bonus New Member 100% TO X12 Khusus E-Wallet
🍾 Bonus Redepo Everytime 10% TO X3 ( Total Maximal Bonus 500.000 )
🍾 Bonus Redepo Evertyime 5% TO X2 ( Total Maximal Bonus 500.000 )
🍾 Bonus Rollingan Slot - Casino - Poker Up To 0.7%
🍾 Bonus Cashback Sportbooks - Fishing Up To 7%
🍾 Bonus Referral All Game Up To 0.5%
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
Situs Slot Terbaik dan Terpercaya se-Indonesia
✨✨ PRAGMATIC189 ✨✨
🍹 Link Daftar KLIK DI SINI 🍹
"
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
💳 Menerima Deposit Melalui Bank BCA - BRI - BNI - MANDIRI - CIMB
💳 Menerima Deposit Melalui Ewallet OVO - DANA - GOPAY - LINKAJA
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
✨ Jadi Tunggu apalagi Segera Daftar di PRAGMATIC189 ✨
✨ Dan Rasakan Jackpot Besar Sensasional bersama Kami 🥰 ✨


Komentar
Posting Komentar