PRAGMATIC189 - Kejadiannya ketika aku sdh berkeluarga dan sudah memiliki 1 anak umur ±2 thn, usiaku kala itu 30 thn. Kami baru pindah ke sebuah kompleks perumahan di kota S yg masih sangat baru. Belum banyak penghuni yg menempatinya, malahan di gang rumahku (yg terdiri dari 12 rumah) baru 2 rumah yg ditempati, yaitu rumahku dan rumah Tora.
Tora juga sudah beristri, namanya Nadia. Mereka belum punya anak sekalipun sudah menikah lebih dari 2 thn. Rumah Tora hanya berjarak 2 rumah dari rumahku. Karena tidak ada tetangga yang lain, kami jadi cepat sekali akrab.
Aku dan Tora jadi seperti sahabat lama, kebetulan kami seumuran dan hobi kami sama, catur. Nadia, yang berumur 26 thn, juga sangat dekat dgn istriku, Nina. Mereka hampir tiap hari saling curhat tentang apa saja, dan soal seks juga sering mereka perbincangkan. Biasa mereka berbincang di teras depan rumahku kalau sore sambil Nina menyuapi Niko, anak kami. Mereka sama sekali tidak tahu kalau aku sering “menguping” rumpian mereka dari kamarku.
PRAGMATIC189 - SITUS SLOT GACOR DAN TERPERCAYA SE INDONESIA
Aku jadi banyak tahu tentang kehidupan seks Nadia dan suaminya. Intinya Nadia kurang “happy” soal urusan ranjang ini dgn Tora. Bukannya Tora ada kelainan, tapi dia senangnya tembak langsung tanpa pemanasan dahulu, sangat konservatif tanpa variasi dan sangat egois. Begitu sudah ejakulasi ya sudah, dia tidak peduli dgn istrinya lagi.
Sehingga Nadia sangat jarang mencapai kepuasan dgn Tora. Sebaliknya istriku cerita ke Nadia kalau dia sangat “happy” dgn kehidupan seksnya. Dan memang, sekalipun aku bukan termasuk “pejantan tangguh”, tapi aku hampir selalu bisa memberikan kepuasan kepada istriku.
Mereka saling berbagi cerita dan kadang sangat mendetail malah. Sering Nadia secara terbuka menyatakan iri pada istriku dan hanya ditanggapi dgn tawa ter-kekeh² oleh Nina.
Wajah Nadia cukup cantik, sekalipun tidak secantik istriku memang, tapi bodinya sungguh sempurna, padat berisi. Kulitnya yang putih juga sangat mulus. Dan dalam berpakaian Nadia termasuk wanita yang “berani” sekalipun masih dalam batas² kesopanan.
Sering aku secara tak sadar menelan ludah mengaggumi tubuh Nadia, diluar tahu istriku tentu saja. Sayang sekali tubuh yang demikian menggiurkan jarang mendapat siraman kepuasan seksual, sering aku berpikiran kotor begitu. Tapi semuanya masih bisa aku tangkal dgn akal sehatku.
Jum’at petang itu kebetulan aku sendirian di rumah. Nina, dan Niko tentu saja, paginya pulang ke rumah orangtuanya di M, karena hari Minggunya adik bungsunya menikah. Rencananya Sabtu pagi akan akan menyusul ke M. Kesepian di rumah sendirian, setelah mandi aku melangkahkan kaki ke rumah Tora. Maksud hati ingin mengajak dia main catur, seperti yang sering kami lakukan kalau tidak ada kegiatan.
Rumah Tora sepi² saja. Aku hampir mengurungkan niatku untuk mengetuk pintu, karena aku pikir mereka sedang pergi. Tapi lamat² aku dengar ada suara TV. Aku ketuk pintu sambil memanggil “Tora .. Tora,” Beberapa saat kemudian terdengar suara gerendel dan pintu terbuka.
PRAGMATIC189 - SITUS SLOT GACOR DAN TERPERCAYA SE INDONESIA
Aku sempat termangu sepersekian detik. Di depanku berdiri sesosok perempuan cantik tanpa make-up dgn rambut yang masih basah tergerai sebahu. Dia mengenakan daster batik mini warna hijau tua dgn belahan dada rendah, tanpa lengan yang memeperlihatkan pundak dan lengan yang putih dan sangat mulus.
“Eh .. Mas Benny. Masuk Mas,” sapaan ramah Nadia menyadarkan aku
bahwa yang membukakan pintu adalah Nadia. Sungguh aku belum pernah
melihat Nadia secantik ini. Biasanya rambutnya selalu diikat dengan ikat
rambut, tak pernah dibiarkan tergerai seperti ini.
“Nnng … Tora mana Nad?”
“Wah Mas Tora luar kota Mas.”
“Tumben Nad dia tugas luar kota. Kapan pulang?”
“Iya Mas, kebetulan ada acara promosi di Y, jadi dia harus ikut, sampai Minggu baru pulang. Mas Benny ada perlu ama Mas Tora?”
“Enggak kok, cuman pengin ngajak catur aja. Lagi kesepian nih, Nina ama Niko ke M.”
“Wah kalo cuman main catur ama Nadia aja Mas.”
Sebetulnya aku sudah ingin menolak dan balik kanan pulang ke rumah. Tapi
entah bisikan darimana yang membuat aku berani mengatakan: “Emang Nadia
bisa catur?”
“Eit jangan menghina Mas, biar Nadia cewek belum tentu kalah lho ama
Mas.” kata Nadia sambil tersenyum yang menambah manis wajahnya.
“Ya bolehlah, aku pengin menjajal Nadia,” kataku dgn nada agak nakal.
Lagi² Nadia tersenyum menjawab godaanku. Dia membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan aku duduk di kursi tamu.
“Sebentar ya Mas, Nadia ambil minuman. Mas susun dulu caturnya.”
Nadia melenggang ke ruang tengah. Aku semakin leluasa
memperhatikannya dari belakang. Kain daster yang longgar itu ternyata
tak mampu menyembunyikan lekuk tubuh Nadia yang begitu padat.
Goyangan kedua puncak pantatnya yg berisi tampak jelas ketika Nadia
melangkah. Mataku terus melekat sampai Nadia menghilang di pintu dapur.
Buru² aku ambil catur dari rak pajangan dan aku susun di atas meja tamu.
Pas ketika aku selesai menyusun biji catur, Nadia melangkah sambil
membawa baki yang berisi 2 cangkir teh dan sepiring kacang goreng
kegemaran aku dan Tora kalau lagi main catur. Ketika Nadia membungkuk
meletakkan baki di meja, mau tak mau belahan dada dasterya terbuka dan
menyingkap dua bukit payudara yang putih dan sangat padat.
Darahku berdesir kencang, ternyata Nadia tidak memakai bra! Tampaknya
Nadia tak sadar kalau sudah “mentraktir” aku dgn pemandangan yang
menggiurkan itu. Dgn wajar di duduk di kursi sofa di seberang meja.
“Siapa jalan duluan Mas?”
“Nadia kan putih, ya jalan duluan dong,” kataku sambil masih ber-debar².
Beberapa saat kami mulai asik menggerakkan buah catur. Ternyata
memang benar, Nadia cukup menguasai permaian ini. Beberapa kali langkah
Nadia membuat aku harus berpikir keras. Nadia pun tampaknya kerepotan
dgn langkah²ku.
Beberapa kali dia tampak memutar otak. Tanpa sadar kadang² dia
membungkuk di atas meja yg rendah itu dgn kedua tangannya bertumpu di
pinggir meja. Posisi ini tentu saja membuat belahan dasternya terbuka
lebar dan kedua payudaranya yang aduhai itu menjadi santapan empuk kedua
mataku. Konsentrasiku mulai buyar.
Satu dua kali dalam posisi seperti itu Nadia mengerling kepadaku dan
memergoki aku sedang menikmati buah dadanya. Entah memang dia begitu
tenggelam dalam berpikir atau memang sengaja, dia sama sekali tidak
mencoba menutup dasternya dgn tangannya, seperti layaknya reaksi seorang
wanita dalam kondisi ini.
Aku semakin berani menjelajah sekitar wilayah dadanya dengan sapuan
pandanganku. Aku betul² terpesona, sehingga permaian caturku jadi kacau
dan dgn mudah ditaklukkan oleh Nadia.
“Cckk cckk cckk Nadia memang hebat, aku ngaku kalah deh.”
“Ah dasar Mas aja yang ngalah dan nggak serius mainnya. Konsentrasi dong
Mas,” jawab Nadia sambil tersenyum menggoda. “Ayo main lagi, Nadia
belum puas nih.” Ada sedikit nada genit di suara Nadia.
Kami main lagi, tapi kali ini aku mencoba lebih konsentrasi.
Permainan berjalan lbh seru, sehingga suatu saat ketika sedang berpikir,
tanpa sengaja tanganku menjatuhkan biji catur yg sudah “mati” ke
lantai.
Dengan mata masih menatap papan catur aku mencoba mengambil biji catur
tsb dari lantai dgn tangan kananku. Rupa²nya Nadia juga melakukan hal yg
sama, sehingga tanpa sengaja tangan kami saling bersenggolan di lantai.
Entah siapa yang memulainya, tapi kami saling meremas lembut jari tangan
di sisi meja sambil masih duduk di kursi masing². Aku melihat ke arah
Nadia, dia masih dalam posisi duduk membungkuk tapi matanya terpejam.
Jari² tangan kirinya masih terus meremas jari tangan kananku. Aku menjulurkan kepalaku dan mencium dahi Nadia dgn sangat mesra.
Dia sedikit terperanjat dengan “langkah”ku ini, tapi hanya sepersekian
detik saja. Matanya masih memejam dan bibirnya yg padat sedikit terbuka
dan melenguh pelan,
“oooohhh …”
Aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku kulum lembut bibir Nadia
dengan bibirku, dia menyambutnya dgn mengulum balik bibirku sambil
tangan kanannya melingkar di belakang leherku.
Kami saling berciuman dgn posisi duduk berseberangan dibatasi oleh meja.
Kuluman bibir Nadia ke bibirku berubah menjadi lumatan. Bibirku disedot
pelan, dan lidahnya mulai menyeberang ke mulutku. Aku pun menyambutnya
dgn permainan lidahku.
Merasa tidak nyaman dalam posisi ini, dgn sangat terpaksa aku lepaskan
ciuman Nadia. Aku bangkit berdiri, berjalan mengitari meja dan duduk di
sisi kiri Nadia. Belum sedetik aku duduk Nadia sudah memeluk aku dan
bibirnya yg kelihatan jadi lebih sensual kembali melumat kedua bibirku.
BACA JUGA : Cerita Sex Menginap Di Rumah Tante Lia
Lidahnya terus menjelajah seluruh isi mulutku sepanjang yg bisa dia
lakukan. Aku pun tak mau kalah bereaksi. Harus aku akui bahwa aku belum
pernah berciuman begini “hot”, bahkan dgn istriku sekalipun. Rasanya
seumur hidup kami berciuman begini, sampai akhirnya Nadia agak
mengendorkan “serangan”nya.
Kesempatan itu aku gunakan untuk mengubah arah seranganku. Aku ciumi
sisi kiri leher Nadia yang putih jenjang merangsang itu. Rintih kegelian
yg keluar dari mulut Nadia dan bau sabun yg harum semakin memompa
semangatku.
Ciumanku aku geser ke belakang telinga Nadia, sambil sesekali
menggigit lembut cuping telinganya. Nadia semakin menggelinjang penuh
kegelian bercampur kenikmatan.
“Aaaahhhh … aaaahhhhh,” rintihan pelan yang keluar dari mulut Nadia yang terbuka lebar seakan musik nan merdu di telingaku.
Lengan kananku kemudian aku rangkulkan ke leher Nadia. Tangan kananku mulai menelusup di balik dasternya dan merayap pelan menuju puncak buah dada Nadia yg sebelah kanan. Wow … payudara Nadia, yang sedari tadi aku nikmati dgn sapuan mataku, ternyata sangat padat. Bentuknya sempurna, ukurannya cukup besar karena tanganku tak mampu mengangkup seluruhnya. Jari²ku mulai menari di sekitar puting susu Nadia yang sudah tegak menantang.
Dengan ibu jari dan telunjukku aku pelintir lembut puting yang mungil
itu. Nadia kembali menggelinjang kegelian, namun tanpa reaksi penolakan
sedikitpun. Dia menolehkan wajahnya ke kiri, dgn mata yang masih
terpejam dia melumat bibirku.
Kami kembali berciuman dgn panasnya sambil tanganku terus bergerilya di
payudara kanannya. Reaksi kenikmatan Nadia dia salurkan melalui ciuman
yg semakin ganas dan sesekali gigitan lembut di bibirku.
Tangan kiriku aku gerakkan ke paha kiri Nadia. Darahku semakin
mengalir deras ketika aku rasakan kelembutan kulit paha mulus Nadia.
Lambat namun pasti, usapan tanganku aku arahkan semakin keatas mendekati
pangkal pahanya.
Ketika jariku mulai menyentuh celana dalam Nadia di sekitar bukit
kemaluannya, aku menghentikan gerakanku. Tangan kiriku aku kembali
turunkan, aku usap lembut pahanya mulai dari atas lutut. Gerakan ini aku
ulang beberapa kali sambil tangan kananku masih memelintir puting kanan
Nadia dan mulut kami masih saling berpagutan.
Ciuman Nadia semakin mengganas pertanda dia mengharapkan lebih dari
gerakan tangan kiriku. Aku pun mulai meraba bukit kemaluannya yang masih
terbalut celana dalam itu. Entah hanya perasaanku atau memang demikian,
aku rasakan denyut lembut dari alat kemaluan Nadia.
Dengan jari tengah tangan kiriku, aku tekan pelan tepat di tengah bukit
nan empuk itu. Denyutan itu semakin terasa. Aku juga rasakan kehangatan
disana.
“Aaahh … Mas Ben … aahhh .. iya .. iya,”
Nadia melenguh sambil sedikit meronta dan kedua tangannnya menyingkap
daster mininya serta menurunkan celana dalamnya sampai ke lututnya.
Serta merta mataku bisa menatap leluasa kemaluan Nadia.
Bukitnya menyembul indah, bulu²nya cukup tebal sekalipun tidak panjang
bergerombol hanya di bagian atas. Di antara kedua gundukan daging mulus
itu terlihat celah sempit yang kentara sekali berwarna merah kecoklatan.
Sedetik dua detik aku sempat terpana dengan pemandangan indah yg
terhampar di depan mataku ini.
Kemudian jari² tangan kiriku mulai membelai semak² yg terasa sangat
lembut itu. Betul² lembut bulu² Nadia, aku tak pernah mambayangkan ada
bulu pubis selembut ini, hampir selembut rambut bayi
Nadia mereaksi belaianku dengan menciumi leher dan telinga kananku.
Kedua tangannya semakin erat memeluk aku. Tangan kananku dari tadi tak
berhenti me-remas² buah dada Nadia yang sangat berisi itu.
Jari²ku mulai mengusap lembut bukit kemaluan Nadia yang sangat halus
itu. Perlahan aku sisipkan jari tengah kiriku di celah sempit itu. Aku
rasakan sediit lembab dan agak berlendir. Aku menyusup lebih dalam lagi
sampai aku menemukan klitoris Nadia yg sangat mungil dengan ujung
jariku. Dgn gerakan memutar lembut aku usap benda kecil yang nikmat itu.
“Ahhhh … iya … Mas .. Ben … ahhhh .. ahhhh.”
Jari tengahku aku tekan sedikit lebih kuat ke klitoris Nadia, sambil aku
gosokkan naik turun. Nadia meresponsnya dengan membuka lebar kedua
pahanyan, namun gerakannya terhalang celana dalam yg masih bertengger di
kedua lututnya.
Sejenak aku hentikan gosokan jariku, aku gunakan tangan kiriku untuk
menurunkan benda yang menghalangi gerakan Nadia itu. Nadia membantu dgn
mengangkat kaki kirinya sehingga celana dalamnya terlepas dari kaki
kirinya. Sekarang benda itu hanya menggantung di lutut kanan Nadia dan
gerankan Nadia sudah tak terhalang lagi.
Dgn leluasa Nadia membuka lebar kedua pahanya. Dari sudut pandang yang sangat sempit aku masih bisa mengintip bibir kemaluan Nadia yang begitu tebal merangsang, hampir sama tebal dan sensualnya dgn bibir atas Nadia yang masih menciumi leherku. Jariku sekarang leluasa menjelajah seluruh kemaluan Nadia yang sudah sangat licin berlendir itu.
Aku gosok² klitoris Nadia dgn lebih kuat sambil sesekali mengusap ujung liang kenikmatannya dan aku gesek keatas kearah klitorisnya. Aku tahu ini bagian yang sangat sensitif dari tubuh wanita, tak terkecuali wanita molek yg di sampingku ini. Nadia menggelinjang semakin hebat.
PROMO SPESIAL PRAGMATIC189
🍾 Promo Bonus Redepo Weekend 100% Khusus Member Silver - Gold - Platinum 🍾
🍾 PROMO Event Slot Freespin & Buyspin Up To 25% PRAGMATIC189 🍾
🍾 PROMO Event 3JEJER KOI GATES HABANERO PRAGMATIC189 🍾
🍾 EVENT BOLA PETIR GATES OF OLYMPUS PRAGMATIC189 🍾
🍾 PROMO EVENT MIXPARLAY 3 TEAM 2X BONUS 🍾
🍾 PROMO EVENT BIGWIN MIXPARLAY 🍾
🍾 Bonus New Member 100% TO X7 Khusus BANK 🍾
🍾 Bonus New Member 100% TO X12 Khusus E-Wallet 🍾
🍾 Bonus Redepo Everytime 10% TO X3 ( Total Maximal Bonus 500.000 ) 🍾
🍾 Bonus Redepo Evertyime 5% TO X2 ( Total Maximal Bonus 500.000 ) 🍾
🍾 Bonus Rollingan Slot - Casino - Poker Up To 0.7% 🍾
🍾 Bonus Cashback Sportbooks - Fishing Up To 7% 🍾
🍾 Bonus Referral All Game Up To 0.5% 🍾
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
Situs Slot Terbaik dan Terpercaya se-Indonesia
✨✨ PRAGMATIC189 ✨✨
🍹 Link Daftar KLIK DI SINI 🍹
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
💳 Menerima Deposit Melalui Bank BCA - BRI - BNI - MANDIRI - CIMB
💳 Menerima Deposit Melalui Ewallet OVO - DANA - GOPAY - LINKAJA
🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥🚥
✨ Jadi Tunggu apalagi Segera Daftar di PRAGMATIC189 ✨
✨ Dan Rasakan Jackpot Besar Sensasional bersama Kami 🥰 ✨

Komentar
Posting Komentar